BENDE SEGUGUK: stright news
Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label stright news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stright news. Tampilkan semua postingan

Ribuan Warga Jejawi Sambut Ishak Mekki

Written By nur on Rabu, 11 Juli 2012 | 05.13

H Ishak Mekki

Sekitar sepuluh ribu warga Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tumpah ruah memadati lapangan SD Negeri 1 Lingkis, menyambut kehadiran Bupati OKI Ir H Ishak Mekki yang datang menghadiri kegiatan kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), Hari Keluarga Nasional ke 19 dan Kesatuan Gerak PKK ke 40 tahun 2012, Rabu (11/7).

Selain menghadiri kegiatan tersebut, kehadiran massa yang luar biasa banyak ini juga menyatakan dukungannya kepada Bupati OKI Ir H Ishak Mekki MM untuk maju sebagai Calon Gubernur Sumsel Pada Pilkada Mendatang.

Selain dihadiri Bupati OKI Ir H Ishak Mekki MM, dan Ketua TP PKK Hj Tartila Ishak, kegiatan tersebut juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Wakil Bupati OKI H Engga Dewata , Pejabat dalam lingkungan Pemkab OKI.

Tokoh Masyarakat Jejawi, H Mahmud atas nama seluruh masyarakat Jejawi menyatakan siap untuk menghantarkan Ishak Mekki sebagai Gubernur Sumsel 2013-2018, menurutnya sejak sepengetahuannya hingga saat ini belum pernah ada putra terbaik dari Kabupaten OKI yang menyatakan siap untuk menjadi gubernur.

“Selama ini belum pernah ada putra terbaik dari OKI yang maju sebagai calon gubernur, sekarang ada Pak Ishak Mekki, sudah seharusnya kita mendukungnya karena putra terbaik OKI,” ujarnya yang dibalas gemuruh tepuk tangan.
Hj Tartila Ishak menyerahkan potongan tumpeng kepada Bupati OKI
Menurut Mahmud, sosok Ishak Mekki adalah pemimpin yang santut, religius dan cerdas, ditangannya Kabupaten OKI mengalami kemajuan yang pesat disegala bidang, oleh karena itu dirinya menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat Kecamatan Jejawi khusunya untuk merapatkan barisan dan dapat memenangkan Ishak Mekki Pada Pilkada gubernur 2013 mendatang.

“Kami ucapkan terima kasih atas dipilihnya kecamatan Jejawi terutama desa Lingkis sebagai tempat kegiatan ini, satu hal yang lebih penting, jika kita semua mendoakan Pak Ishak dengan Ikhlas mudah-mudahan akan dikabulkan oleh Allah, SWT,” ujarnya seraya menutup sambutan dengan pantun.
Camat Kota Kayuagung Terima Piala dari Bupati OKI
Sementara itu Bupati OKI Ir H Ishak Mekki MM dalam sambutannya mengatakan, momentum peringatan hari ini bukan hanya kegiatan serimonial saja, namun lebih kepada mengingat akan komitmen bersama untuk mewujudkan apa yang telah diprogramkan.
Gotong Royong saat ini sudah mulai luntur ditengah masyarakat, bahkan sebagian sudah mulai meninggalkannya,  padahal gotong royong merupakan pondasi dan akar dalam melaksanakan pembangunan diberbagai bidang.
“Jika kita lakukan dengan gotong royong semua akan terasa lebih ringan, seperti untuk keamanan dengan menggiatkan poskamling tentu keamanan akan semakin terjaga,” ujar Ishak seraya mengatakan dengan pembangunan keluarga juga menjadi dasar dalam pembangunan bangsa yang maju.

Ishak Mekki Menyerahkan Kursi Roda 
Menanggapi Dukungan dari puluhan ribu warga Jejawi, Ishak secara lantang mengucapkan terima kasih, menurutnya, dukungan tersebut akan menjadi spirit dalam menghadapi pilkada 2013 mendatang, selain itu Ishak juga menyampaikan keinginan untuk maju sebagai calon gubernur bukan karena haus akan jabatan, akan tetapi bagaimana dapat berbuat lebih banyak untuk masyarakat.

“Filosofi saya hidup hanya sebentar, maka bagaimana membuat hidup akan bermanfaat dengan berbuat lebih banyak untuk masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut Ishak menerangkan, selama ini pemkab OKI telah berupaya untuk melaksanakan berbagai program yang berpihak kepada masyarakat melalui Program P2M2, PNPM, PPIP, Pamsimas, Koperasi dan lain-lain, meski dengan anggaran yang sangat terbatas yang tidak sebanding dengan luas Kabupaten OKI, namun pembangunan terus berlanjut.
“Pada tahun 2005 angka kemiskinan di OKI mencapai 24,8 persen dan ditahun 2010 menurun menjadi 15,2 persen dan saya berupaya diakhir masa jabatan sebagai bupati angka ini akan diupayakan hingga 2-3 persen saja.”katanya.
Dalam kesempatan yang sama Ketua TP PKK OKI mengatakan dalam usia 40 tahun TP PKK terus berusaha memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan keluarga dan masyarakat OKI melalui 10 program pokoknya, beberapa kegiatan pemerintah bisa disinergikan dan dimitrakan dengan TP PKK Kabupaten OKI.
Para undangan yang hadir
Beberapa program prioritas Tim Penggerak PKK Kabupaten OKI yang disenergikan dengan Pemkab OKI, diantara dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan hidup. seperti memfasilitasi berdirinya Rumah Pintar (Rumpin). Pemberdayaan industri rumah tangga melalui pembinaan terhadap kelompok UP2K.
”Alhamdulilah berkat upaya ini kita diapresiasasi secara nasional maupun dunia seperti diterimanya penghargaan Jasa Bhakti Koperasi, Kalpataru, Pengelola mobil hijau dan terakhir dari Eno Silver Award” lanjut Tartilah.

Diakhir acara juga diberikan berbagai bantuan untuk masyarakat serta pembagian tropy bagi para pemenang berbagai perlombaan.(zhva/advetorial)

Hj. Tartilah Ishak Istri Bupati yang Rajin Kunjungan ke Desa-Desa

Written By nur on Selasa, 10 Juli 2012 | 09.25


KAYUAGUNG –  Bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sosok Hj Tartila Ishak bukanlah sesuatu yang asing, sebab sebagai Istri dari kepala daerah dan sebagai ketua Tim Penggerak PKK, Hari-harinya Ia dedikasikan kepada lingkungan, kesejahteraan perempuan dan pendidikan anak-anak di Kabupaten OKI, jauh dari kesan hura-hura dan melancong untuk hal-hal yang tidak penting.

Sebagai Ketua TP PKK  yang bertugas mendampingi suami tercinta Ir H Ishak Mekki memimpin Kabupaten OKI, Tartilah adalah istri bupati yang rajin mengunjungi masyarakat. Hampir setiap jengkal wilayah Kabupaten yang 70% wilayahnya rawa-rawa telah ia kunjungi bersama TP PKK Kabupaten OKI.
Meski Harus Melewati Lumpur untuk Bertemu warga

Endang Kartika Wakil Sekretaris TP PKK OKI menceritakan pernah dirinya bersama Ibu Tartila mengunjungi masyarakat desa Sungai Sibur Kecamatan Cengal Kabupaten OKI dalam rangka pembinaan Pengurus TP PKK Desa. Desa Sungai Sibur terletak di ujang pantai timur Kabupaten OKI. Untuk menuju desa ini menempuh jarak kurang lebih 4 jam perjalan darat ditambah 3 jam dengan menggunakan speed boat.

"Ibu (Hj. tartilah) tidak pernah ragu meskipun harus menempuh perjalanan yang jauh untuk bertemu dengan masyarakat. Pernah kami bersama ibu-ibu TP PKK melintasi melintasi selat Bangka ke Desa Sungai Sibur dengan naik speed boat. Ketika itu malam hari, ombak cukup besar ditambah hujan pula" tutur Endang menceritakan.

Di Kabupaten OKI TP PKK telah menjadi mitra Pemerintah Daerah melalui 10 program pokoknya dan apa yang Hj. Tartilah lakukan bersama TP PKK ini sungguh menepis anggapan bahwa TP PKK adalah kegiatan ibu-ibu yang kurang kerjaan.

Melalui  TP PKK OKI bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Industri dan Koperasi Kabupaten OKI Tartilah membina Kelompok usaha perempuan yang ada di Kabupaten OKI. Tartilah berkeyakinan untuk meningkatkan perekonomian keluarga, industri rumah tangga yang sebagian besar dilakukan oleh kaum perempuan harus dibina dan dikembangkan.

Tanpa rasa Canggung Tartila mengingatkan siswa untuk merapikan rambutnya
"Selain mengurus rumah tangga, ibu-ibu juga dapat diberdayakan dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif seperti membuat anyaman purun yang merupakan produk khas OKI. Ini harus dibina" Ujar Tartila.

Untuk itu bersama Pemkab. OKI dirinya membina Kelompok-Kelompok pengerajin purun yang ada di Kecamatan Pedamaran Dan Pampangan.

"Purun ini adalah warisan  produk lokal yang sangat potensial. Selama ini hanya diusahakan dengan sederhana dan tradisional. Pengerajin ini kita bina. Dan sekarang purun tidak hanya menjadi tikar, dengan sentuhan teknologi pengerajin kita telah mampu membuat sendal, tas, serta produk turunan lainnya dengan bahan utama purun. Hasilnya tidak kalah bagus dengan produk lainnya. Tentunya upaya ini sangat meningkatkan pendapatan mereka" Ujar Tartilah menerangkan.

Selain pembinaan,   Pemkab OKI melalui  TP PKK rutin memberikan dana hibah kepada Kelompok-kelompok usaha yang dikelola wanita seperti kelompok UP2K yang potensial dikecamatan-kecamatan, bantuan alat-alat industri kerajinan serta memberikan dana bergulir kepada kelompok usaha kecil, mikro dan menengah.

Apa yang Tartilah lakukan ini bukannya tidak berhasil. Ati Sukaryati,  salah satu ketua Koperasi Usaha Wanita Melati  Desa Surya Adi Kecamatan Mesuji Kabupaten OKI ini mengakui Koperasi yang dirinya pimpin saat ini telah memiliki omset sekitar Rp 150.000.000,- dengan 80 anggota yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga.

Koperasi yang bergerak pada usaha simpan pinjam ini menurutnya sangat membantu usaha perempuan yang ada di sana karena bisa meminjam dari Koperasi untuk tambahan modal usaha. Keberhasilan Koperasi Wanita ini menurutnya berkat bantuan modal dari Dinas Perindutrian dan Perdagangan Kabupaten OKI sebesar Rp. 2000.0000,- serta bantuan dana bergulir dari TP PKK OKI sebesar 1.500,000'- Berkat upayanya bagi peningkatan kesejahteraan perempuan  ini pada Tahun 2011 yang lalu Tartilah Ishak menerima penghargaan Jasa Bhakti Koperasi dari Presiden RI sebagai Pembina Kelompok usaha Perempuan.

Sebagai seorang ibu, naluri keibuan Tartilah membuat wanita kelahiran Paku 53 tahun yang lalu ini sangat perhatian kepada kesehatan bayi dan balita serta pendidikan anak-anak.  

“Pendidikan itu dimulai sejak dini, ketika masih balita” menurut Tartilah. Kecintaan Tartila terhadap pembinaan balita ini diwujudkan dalam bentuk perhatian terhadap kelompok-kelompol Bina Keluarga Balita (BKB), mensosialisasikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), membina kelompok bermain, Taman Kanak-kanak serta melalui G-OTA Tartila banyak mengajak para donatur untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak kurang beruntung di Kabupaten OKI.

Sejak tahun 2004 sudah dibantu sebanyak 10.872 orang anak asuh dan melalui kelompok Dasa Wisma anak-anak yang putus sekolah diusahakan untuk kembali bisa bersekolah baik di sekolah formal maupun melalui program kejar paket.


Atas berbagai dibidang pembinaan keluarga balita,  ”BKB Melati Kecamatan Mesuji” meraih penghargaan sebagai Terbaik II BKB Tingkat Nasional  pada Tahun 2005 Serta juara I (Satu) Lomba Pengelola BKB tingkat Nasional pada Tahun 2005, pada tahun 2011 yang lalu Tartilah menerima penghargaan sebagai Pembina Keluarga Balita terbaik Nasional serta  penghargaan “Manggala Karya Kencana” tahun 2005, juara I (Satu) Lomba Pengelola BKB tingkat Nasional pada Tahun 2005, serta Juara II Kelompok BKB Tingkat Prop. Sumsel pada Tahun 2008.

Terlahir dari keluarga yang memegang teguh agama,  keseimbangan antara pendidikan umum dan pendidikan keagamaan di menjadi perhatian Tartilah. Bersama suami H. ishak Mekki dirinya mempelopori berdirinya sekolah-sekolah Islam terpadu di Kabupaten OKI mulai dari taman kanak-kanak hingga SMA.  TK Islam Al Azhar, SD/SMP/SMA IT Bina Insani, hingga Ponpes Bait Qur'an Kayuagung. Tartila menyadari derasnya arus globalisasi harus dibarengi dengan pendidikan agama sebagai pondasi dalam membentuk masyarakat Ogan Komering Ilir yang beriman dan berkualitas yang telah diprogramkan oleh Bupati Ogan Komering Ilir.

Tercipta sebagai sosok yang terlahir dengan sifat memilihara, perempuan memiliki peranan penting dalam penanganan permasalahan lingkungan. Dengan sifat ‘memelihara’  ini perempuan OKI berperan aktif  dalam usaha pelestarian lingkungan. Aktivitas penyelamatkan lingkungan hidup yang dilakukan Hj. Tartilah bersama Ibu-Ibu pengurus TP PKK OKI diantaranya melaluii Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (GP-TTP) dan Program Kecil Menanam Dewasa Memanen (KMDM). Gerakan hijau ini telah dimulai sejak tahun 2009 melalui kerjasama dengan Dinas Kehutanan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir. Kegiatan ini terus berlanjut sampai saat ini. Dengan melibatkan peran serta siswa,  tenaga pendidik, penyuluh, orang tua dan komponen masyarakat lainnya melalui gerakan  ini sedikitnya telah tertanam 9.000 batang pohon mahoni dan trembesi di 36 Sekolah Dasar yang tersebar di 18 Kecamatan dalam Wilayah Kabupaten OKI, selain itu juga telah ditanam 200 batang pohon dalam rangka kegiatan memperingati Hari Kartini, dan 700 batang pohon untuk penanaman yang berkerjasama dengan Bhayangkari Polres Ogan Komering Ilir serta kegiatan tanam lainnya sehingga sampai dengan Juli  2012 gerakan perempuan tanam Kabupaten Ogan Komering Ilir telah berhasil menanam lebih dari  30.785 batang pohon.  

Tartilah terus berupaya memotivasi kesadaran masyarakat untuk bersama-sama memperbaiki lingkungan agar dalam waktu yang tidak terlalu lama Kabupaten Ogan Komering Ilir akan menjadi kabupaten yang hijau dan sejuk. Sikapnya yang peduli terhadap lingkungan telah membawanya ke Istana Negara, untuk menerima Upakarti dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 2010, menerima Piala Kalpataru dari Gubernur Sumatera Selatan pada tahun 2011 Ditegaskannya sebagai penerima Mobil Hijau (MOHI) dari Ibu Ani Yudhoyono pada tahun yang sama dan sebagai penerima ENO Silver Award dari Lembaga berwawasan  dunia ENO. Sebuah prestasi yang mengharumkan nama bangsa Indonesia. (advetorial)




PROFILE HJ. TARTILAH ISHAK

Nama        Lengkap            : Ny. Hj. Tartilah Ishak
Tempat/Tgl. Lahir                : Kayuagung, 20 Desember 1960
Jabatan terakhir                  : Ketua TP. PKK Kabupaten OKI masa bhakti 2009-2014
Suami                                : Ir. H. Ishak Mekki, MM.
Penghargaan yang pernah diterima        :
1.   Manggala Karya Kencana dari Presiden RI (tahun 2005)
2.   Kalpataru dari Gubernur Sum-Sel (tahun 2010)
3.   Jasa Bhakti Koperasi dari Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI (Tahun 2011)
4.   Penerima Mobil Hijau (MOHI) dari Ibu Ani Yudhoyono sebagai Pembina lingkungan (Tahun 2011)
5.   Pembina Bina Keluarga Balita (BKB) Terbaik tingkat Nasional (Tahun 2012)
6.   ENO Silver Award dari Lembaga Lingkungan Dunia ENO (Tahun 2012)

Angka Kemiskinan OKI turun 38,86%

Written By nur on Jumat, 06 Juli 2012 | 12.34

KAYUAGUNG - Angka kemiskinan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sedikit demi sedikit mengalami penurunan, dengan demikian kesejahteraan masyarakat lambat laun mengalami peningkatan, hal ini juga berpengaruh pada realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten OKI.

Hal ini sesuai data dari Badan Pusat Statistik  (BPS) Kabupaten OKI pada tahun 2012, penurunan angka kemiskinan di Kabupaten OKI menunjukkan tren yang positif, yaitu turun sampai 38,86%.

H Ishak Mekki
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKI,  Beno,  Msi mengatakan, beberapa program pemerintah Kabupaten (pemkab) OKI menjadi salah satu bagian yang ikut membantu dalam mensejahterakan masyarakat.

Turunnya angka kemiskinan di Kabupaten OKI menurut Beno, dapat di lihat dari beberapa factor dianataranya terjadi penurunan jumlah rumah tangga penerima program perlindungan sosial (PPLS) sebanyak 30.576 rumah tangga sangat miskin, miskin dan hampir miskin di Kabupaten OK.

“Dari tahun 2008 -  2011 ini PPLS 2008 berjumlah 78.684 rumah tangga kemudian  pada tahun 2011 turun menjadi 48.108 rumah tangga” Ujarnya.

Ditambahakannya, menurunnya jumlah rumah tangga sangat miskin, miskin dan hampir miskin ini dikarenakan Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten OKI yang terus naik. Pada pada tahun 2009 angka kemiskinan mencapai angka 5,08%, kemudian tahun 2010 5,96%  dan tahun 2011 naik lagi mencapi 6,9 %.

Selain itu menurut Beno, Pendapatan perkapita masyarakat OKI yang juga turut naik dari 2009 – 2011, tahun 2009  sebesar Rp 7.381.394 pada tahun 2010 Rp 8.116.327 dan tahun 2011 Rp 9.121.734. Ditambahkan Beno pertumbuhan sektor pertanian PDRB Lapangan Usaha juga mempengaruhi penurunan angka kemiskinan.

“Pertumbuhan sektor PDRB pada tahun 2009 yaitu 3,95 %, kemudian tahun 2010 mencapai 4,66 % dan tahun 2011 naik lagi 4,65 % serta tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang mengalami penurunan dari 7,04 % pada tahun 2009, kemudian tahun 2010  7,46 % dan 4, 86 % pada tahun 2011,” jelasnya.

Keberhasilan pengurangan angka kemiskinan di Kabupaten OKI ini menurut Beno, tidak terlepas dari berbagai program pengentasan kemiskinan yang sudah diluncurkan oleh Pemda Kabupaten OKI pada tahun 2011 menggunakan dana APBD diantaranya program Pemberdayaan Masyarakat Miskin (P2M2), Bedah Rumah untuk seluruh desa Bantuan Bibit Pertanian untuk petani Miskin, Bantuan Pemasangan Listrik dengan energy Surya dan program lainnya.

Sementara itu menurut Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) OKI, Muslim Msi, menurutnya angka kemiskinan ini berpengaruh positif bagi realisasi PAD Kabupaten OKI yang terus meningkat.

“Pada tahun 2011 PAD telah melampaui target penerimaan mencapai 121, 60% dari dari target yang telah ditetapkan, yaitu sebesar Rp 38.970.922.353,- dapat terealisasi sebesar Rp 47.387.144.867.43,” ujarnya.

Hal ini tidak terlepas dari Target penerimaan pajak bumi dan bangunan sektor perkotaan dan pedesaan di Kabupaten OKI Tahun 2011 sebesar Rp 1.739.641.569 dapat direalisasikan sebesar 2.828.516.545 atau mencapai 162%.

”Dengan banyaknya masyarakat yang membayar PBB itu artinya kesejahteraan mereka sudah meningkat,” pungkasnya.

Bupati OKI, H. Ishak Mekki ketika menambahkan  penurunan angka kemiskinan ini adalah berkat kerjasama berbagai pihak terutama keinginankeras masyarakat.  

"Selain ada usaha keras dari masyarakat, kita dari pemerintah juga membantu dengan program pengetasan kemiskinan," ujarnya. (zhva)

Kasus Dugaan Korupsi Dishubkominfo OKI Jalan Ditempat

Written By nur on Minggu, 24 Juni 2012 | 04.18

KAYUAGUNG - Kasus dugaan Korupsi di lingkungan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dsihubkominfo) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang saat ini kasusnya tengah didalami oleh Pihak Kejaksaan Negeri Kayuagung, terkesan Jalan ditempat alias tidak ada kemajuan.

H Asnawi P Ratu
Pasalnya, sejak diadukan oleh  oleh  Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Bende Seguguk Corruption Watch (BSCW) dan Forum LSM OKI ke Kejaksaan Negeri Kayuagung, pada  Selasa 27/12/2011 yang lalu hingga kini lebih dari 6 bulan kasus tersebut tidak ada titik terangnya apakah memang terjadi dugaan penyimpangan atau tidak, hal ini memunculkan berbagai spekulasi berkaitan kasus tersebut.

Salah seorang Tokoh Pemuda OKI, Januar MT, SI.P mengatakan, idealnya kasus dugaan korupsi ini sudah menemui titik terang apakah memang ada indikasi korupsi atau tidak, sebab dalam waktu hingga enam bulan dirasakan sudah cukup untuk mengumpulkan keterangan maupun bukti-bukti yang diperlukan.

“Kalau pihak kejaksaan serius dalam menangani kasus tersebut saya pikir harusnya sudah tuntas, wajar saja jika banyak yang berpendapat pihak kejaksaan terkesan lamban menuntaskannya.” Ujar Januar Via Ponselnya, kemarin.

Menurutnya, kasus ini sudah terlanjur menjadi konsumsi public terutama masyarakat OKI, harusnya pihak penegak hukum dapat memberikan kepastian atas perkembangan kasus yang saat ini ditangani, jangan sampai  terkesan mengendap.

“Jika memang tidak cukup bukti maka hentikan saja penyelidikan kasusnya, masak menyelidiki saja butuh waktu enam bulan, apalagi kalau sampai ketahap penyidikan akan butuh waktu yang lebih lama, jangan-jangan nanti kasus ini justru menguap tak tentu arahnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Januar berharap, ada keseriusan dari aparat kejaksaan dalam penuntasan kasus ini agar tidak memunculkan berbagai pendapat, dan yang lebih penting adalah adanya kepastian hukum terhadap kasus yang saat ini menerpa Dishubkominfo.

“Saya merasa kasian juga jika kasus ini tidak jelas arahnya, ini juga akan berdampak para kinerja para aparatur yang ada di Dishubkominfo yang akan terganggu dengan proses yang semakin tak jelas ini.” Katanya.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri (kajari) Kayuagung, Subeno SH mengatakan, pihaknya terus mendalami kasus dugaan tindak Pidana korupsi di Dishubkominfo OKI, bahkan pihaknya juga  berencana akan meminta keterangan saksi ahli untuk melengkapi data apakah ada dugaan korupsi atau tidak.

”Sebelumnya kita sudah melakukan proses full data, untuk melengkapi data apakah ada dugaan korupsi atau tidak kita butuh keterangan ahli, dalam waktu dekat kita akan minta keterangan saksi ahli dalam kasus dugaan korupsi di Dishubkominfo OKI,” Kata Subeno saat ditemui di kantor Pemkab OKI.

Proses pengumpulan data-data menurut Subeno sudah dilakukan sejak kasus tersebut dilaporkan oleh masyarakat ke Kejari Kayuagung pada akhir Desember 2011 yang lalu, ada 12  item dugaan Korupsi yang sudah dilaporka Kekejari Kayuagung, diantara 12 Item yang dilaporkan adalah dugaan penyalagunaan anggaran alokasi kegiatan peningkatan Pengelolaan terminal angkutan darat, Tahun 2011 senilai Rp 487 Juta, dasar peruntukan anggaran tersebut tidak jelas.
Selain itu adalah Dana anggaran alokasi Pengadaan dua unit mobil bus, senilai Rp 1.2 Milyar. Mobil Bus yang dibeli ternyata bus merek Hyundai, berdasarkan data di dealer Mobil diPalembang, harga Mobil tersebut hanya Rp 350 juta untuk satu unit, artinya jika jumlah yang dibeli dua unit dana yang dikeluarkannya hanya Rp 700 juta, diduga ada mark up pada pembelian mobil tersbeut.

“Selain itu ada beberapa kegiatan pada pelaksanaan jambore Nasional juli 2011 yang lalu, yang diduga ada korupsi disana, setelah kasus tersebut dilaporkan kita terus melakukan full data, dan kasus ini statusnya belum kita naikkan  menjadi proses penyidikan,” ungkap Subeno.

Lebih lanjut Subeno mengatakan, pihaknya juga masih mendalami dugaan korupsi di Dinas Perikanan Kabupaten OKI dan dugaan korupsi di beberapa dinas lainya, ditargetkan kasus-kasus tersebut dituntaskan pada 2012, sementara  Pada 2011 yang lalu Kejari Kayuagung telah menangani sebanyak tujuh kasus korupsi di Ogan Komering ilir (OKI) dan Ogan ilir (OI).

Pada bagian lain, sebelumnya Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Ishak Mekki, saat melakukan penandatangan memorandum of understanding (MoU) dengan Kejari Kayuagung menegaskan, jika memang ada bawahannya di SKPD yang terbukti melakukan korupsi, pihaknya berharap kejari bisa menindaknya sesuai dengan hukum yang berlaku.

” Kita sudah ada MoU dengan Kejari, kerjasama itu hanya dalam bidang konsultasi perdata dan tata usaha Negara saja, kecuali bidang Pidana, jika ada kepala dinas yang korupsi silahkan ditindak tegas,” tegas Bupati.

Terpisah Kadishubkominfo OKI, H Asnawi P Ratu, tidak berhasil dikonfirmasi untuk dimintai keterangan seputar kasus yang dialami Dinas yang dipimpinnya, dengan alasan sedang tidak berada ditempat, demikian juga saat dihubungi via ponselnya tidak memberikan jawaban.(zhva)

Oknum Kades Dilaporkan Bakar Tiga Rumah Warga

Written By nur on Jumat, 22 Juni 2012 | 03.34

KAYUAGUNG  Oknum Kepala Desa (Kades) Pulau Geronggang, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berinisial SB. diduga  terlibat melakukan aksi pembakaran rumah tiga milik warga Desa Pulau Geronggang, Kecamatan Pedamaran Timur yang terjadi pada 14 Mei 2012 lalu, sekitar pukul 14.00 WIB.

Anehnya, sejak dilaporkan ke Polres OKI pada 29 Mei 2012 lalu oleh masing-masing pemilik rumah, yakni korban Rodikan bin Nang Ali (40), dengan Nomor Laporan: LP/B/244/V/2012/Sumsel, korban Saikam bin Isak (21), dengan Nomor Laporan: LP/B/237/V/2012/Sumsel dan korban Isa bin Tohar (60), dengan Nomor Laporan: LP/B/243/V/2012/Sumsel, proses hukum kasus ini terkesan jalan di tempat, sehingga pihak keluarga korban mempertanyakan permasalahan tersebut.

IST
Salah seorang keluarga korban bernama Karledi (32), warga Pulau Geronggang mengatakan, sejak dilaporkan kasus ini ke pihak kepolisian sejak 1 bulan lalu, sampai saat ini belum ada tindakan dari aparat berwajib terhadap para pelaku yang masing-masing bernama SB selaku kepala desa Pulau Geronggang, Endang, Davit dan Gogoh.

“Semua pelaku masih memiliki hubungan keluarga dengan kepala desa tersebut. Pembakaran rumah warga ini dipicu oleh perkelahian antara korban Saikam dan kakak iparnya Musriadi dengan Kades dan keluarganya Endang serta Davit,” ujar Karledi dalam jumpa pers, Kamis (21/6).

Kronologis kejadiannya, kata dia, bermula ketika pada 13 Mei 2012, tepatnya pada malam hari Musriadi bersama Saikam berjalan di Dusun III Desa Pulau Geronggang. Namun saat berjalan, dirinya dicegat oleh Gemparudin yang tak lain adalah keluarga kades dan langsung menuduh korban telah mencuri seekor ayam milik keluarganya.

“Namun pernyataan itu langsung dibantah oleh Musriadi. Sehingga pelaku Davit yang saat itu berada di lokasi kejadian langsung mengeluarkan pisau. Pisau itu membuat korban Musriadi menderita luka sabetan di bagian pinggang,” jelasnya.

Malam itu perkelahian antara korban Musriadi dengan pelaku Davit sempat reda lantaran dipisah oleh masyarakat banyak. Namun keesokan harinya ketika hendak berdamai, pelaku Davit dan Endang berserta Kades SB kembali terlibat perkelahian dengan korban Musriadi dkk. Beruntung saat itu luka yang dialami kedua pihak tidak terlalu parah.

“Nah, setelah terjadi dua kali perkelahian tersebut. Kades SB bersama Endang, Davit dan keluarganya yang lain melakukan pengerusakan dengan cara membakar 3 rumah milik keluarga Musriadi, yakni rumah milik Isa bin Tohar, Nontet dan Rodikan,” terangnya.

Setelah kejadian itu, para korban selanjutnya melapor ke Polres OKI agar kasus ini diselesaikan secara hukum, bahkan oknum terlapor menantang pelapor agar melaporkan hal tersebut hingga ke mabes karena memiliki banyak uang agar tidak dihukum.

 “Namun sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya. Polisi terkesan tidak serius memproses masalah ini, apalagi pihak mereka (terlapor,red) menantang agar laporkan saja, karena uang mereka masih banyak untuk berurusan.” tukasnya seraya menirukan ucapan oknum kades. 
Sementara itu, Kapolres OKI, AKBP Agus Fatchulloh SIk, didampingi Kasat Reskrim, AKP H Surachman saat dikonfirmasi mengatakan, kedua pihak yang terlibat pertikaian tersebut telah melakukan perdamaian.

Kalau masalah perkelahian itu sudah dilaporkan, kedua belah pihak sama-sama melapor,  kasusnya split, dan saat masih dalam proses penyidikan, sementara untuk laporan pengerusakan atau pembakaran itu tidak ada, hanya perahu jukung yang dibakar bukan rumah,” ujarnya.(zhva)

Satu Bandar dihargai Rp. 25 Juta

KAYUAGUNG – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Ir H Ishak Mekki MM, menghargai satu orang Bandar narkoba senilai Rp. 25 juta jika berhasil ditangkap, sementara untuk Pengedar dihargai Rp 20 juta dan pemakai narkoba sebesar Rp. 10 juta.

Ir H Ishak Mekki MM
Bonus tersebut diberikan dalam rangka untuk memberantas peredaran narkoba diwilayah Kabupaten OKI yang saat ini sudah menyebar hingga kepelosok desa, apalagi penyebarannya dan peredarannya  tidak hanya sebatas bagi para orang dewasa namun justru sudah pada kalangan anak-anak.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ishak Mekki saat meresmikan secara langsung pelaksanaan Program satu Polisi satu desa dan Kabupaten OKI Bebas Narkoba di Pendopo Kabupatenan Pemkab OKI, Rabu (20/6).

Dalam kesempatan tersebut bupati OKI mengatakan, peredaran narkoba saat ini semakin menghawatirkan, meskipun aparat penegak hukum terus melakukan penangkapan bagi para Bandar, pengedar dan pemakai narkoba di wilayah Kabupaten OKI, namun peredaran narkoba ini masih tumbuh subur, oleh sebab itu diperlukan dukungan dari semua pihak dalam pemberantasan narkoba.

”Walaupun pihak kepolisian telah banyak menangkap bandar dan pengedar narkoba, namun sepertinya masih banyak bandar yang belum tersentuh. Ini diperlukan peran penting masyarakat untuk senantiasa melaporkan jika melihat dan mengetahui ada bandar, pengedar dan pemakai narkoba,” tegas Ishak Mekki.

Oleh sebab itu pemberantasan narkoba harus dilakukan dengan serius serta dapat didukung oleh semua pihak, kedepan akan dibuka posko pengaduan terkait adanya peredaran narkoba dalam wilayah Kabupaten OKI.

”Termasuk jika ada bandar dan pengedar narkoba yang dilepaskan oleh aparat penegak hukum, itu bisa dilaporkan di posko pengaduan narkoba nantinya,” bebernya.

Dalam memberantas peredaran narkoba di Kabupaten OKI, Ishak mengaku pihaknya tidak main-main dan menginginkan Kabupaten OKI segera terbebas dari narkoba, hal ini dilakukan melalui pemaksimalan program dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten OKI.

”Bagi yang memberikan informasi keberadaan seorang bandar narkoba yang kemudian tertangkap akan diberi bonus Rp25 juta, pengedar sebesar Rp20 juta dan Rp10 juta untuk pemakainya, dananya kita gunakan APBD namun bagaimana teknisnya nanti akan dibahas secara detail, demikian juga dengan program BNN Kabupaten OKI.” tukas Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel ini.

Bupati berharap dengan adanya bonus yang diberikan ini bisa membantu aparat kepolisian untuk benar-benar serius dalam memberantas peredaran narkoba di Kabupaten OKI, selain itu kepada masyarakat harus meningkatkan partisipasinya dalam pemberantasan narkoba.

“Tanpa ada dukungan dari semua pihak, tentu semua tidak akan dapat kita lakukan dengan maksimal, semua harus berpartisipasi.” tandas calon Gubernur Sumsel periode 2013-2018 ini.

Sementara itu, Kapolres OKI, AKBP Agus Fatchtulloh SIk menjelaskan, menyambut sangat baik langkah yang dilakukan oleh bupati OKI, menurutnya, pemberatasan narkoba ini menjadi tugas bersama sebab dampaknya sangat luas terutama bagi para generasi muda.

Kapolres juga mengingatkan kepada para anggotanya untuk tidak sekali-kali menggunakan narkoba apalagi sampai membekengi oknum-oknum bandar maupun pengedar maupun pemakai diwilayah hukum Polres OKI.

”Kita respon sangat positif, saya ingatkan kepada anggota jangan sampai terlibat dengan narkoba, akan saya pecat.” Tegas Agus.

Dalam kurun waktu tahun 2011, sambungnya, Polres OKI telah mengungkap sebanyak 66 kasus dengan 70 tersangka kasus narkoba, sedangkan hingga pertengahan 2012 ditemukan 20 kasus dengan 22 tersangka.

”Umumnya kasus shabu-shabu dan ekstasi,namun ada juga kasus ganja.” ujarnya.

Pihaknya terus berupaya maksimal dalam melakukan pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres OKI, namun hal tersebut harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat dengan memberikan informasi kepada petugas.

”Kami juga memerlukan peran aktif masyarakat dalam mengungkap kasus-kasus narkoba ini. Apalagi saat ini Bupati OKI akan memberikan penghargaan bagi warga yang berani melaporkan para pengedar dan bandar narkoba ini, jadi kami berharap masyarakat dapat terus bekerjasama dengan aparat kepolisian dalam mengungkap pelaku narkoba ini,” pungkasnya. (zhva)

Polisi Terus Buru DPO Bentrok Mesuji

KAYUAGUNG – Jajaran Polres Ogan Komering Ilir (OKI) terus memburu Daftar Pencarian Orang (DPO) yang terlibat dalam bentrokan masyarakat Desa Pematang Panggang Kecamatan Mesuji OKI dan Perguruan silat Persaudaraan Setia Hati (PSHT) pada minggu (17/6).

Saat ini jajaran Polres OKI sudah mengamankan setidaknya lima orang yang diduga kuat terlibat dalam bentrokan hingga menyebabkan 1 korban tewas dan 8 orang mengalami luka-luka dari kelompok PSHT, sementara tersangka lainnya yang sudah diketahui identitasnya terus diburu petugas.
AKBP Agus Fatchulloh SIK

Kapolres OKI AKBP Agus Fatchtulloh, mengatakan, pihaknya terus melakukan pengembangan untuk menangkap para tersangka lainnya, pihaknya juga menghimbau agar para pelaku (DPO) secepatnya menyerahkan diri, Polisi tetap akan melakukan pengejaran hingga pelaku tertangkap.

”Kita masih mencari para pelaku lainnya, tetapi kami berharap jika mereka yang DPO segera menyerahkan diri dengan baik-baik, karena anggota kita tetap mencari mereka,” ungkapnya, Jumat (22/6)

Menurut Kapolres sesuai dengan kesepakatan damai yang telah dilakukan oleh kedua belah pihak, bahwa Polisi harus menghukum para pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku dan memberlakukan seadil-adilnya.

”Kita akan usut kasus ini hingga tuntas, bagi yang bersalah tetap harus bertanggung jawab sesuai dengan perbuatannya,” beber Kapolres.

Agus menerangkan, Kelima pelaku yang sudah diamankan dalam bentrokan tersebut yakni Samsul Rizal (35), yang ditangkap Selasa (19/6) malam, Kemudian 4 tersangka lagi menyerahkan diri pada hari kamis (18/6)  malam sekitar pukul 19.00 WIB, masing-masing tersangka yakni Ucu bin Rahman (27), Sahmat bin Husin (25), Aan , bin Husin (22),  Kamal (25),  keempat tersangka merupakan warga Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji.

Awalnya Petugas kita berhasil menangkap satu orang tersangka, kemudian keempat tersangka lagi menyerahkan diri didampingi oleh Kepala Desa Pematang Panggang Abdullah Kadir.

”Para tersangka ini sudah lama mau menyerahkan diri tetapi takut ditembak Polisi, dan mereka sembunyi di perairan perbatasan Lampung,” ungkapnya.

Berkat bujukan Kepala Desa (kades) Pematang Panggang, Abdullah Kadir, Para tersangka dijemput bersama Polisi di Perairan Perbatasan lampung – Mesuji OKI.

”Saat ini jumlah pelaku yang sudah kita amankan berjumlah 5 orang, peran mereka dalam peristiwa bentrokan tersebut, mereka membacok dan menusuk para korban di Blok D, Desa Surya Adi Mesuji OKI,” jelasnya.

Sebelumnya pada hari Rabu Malam,  Kapolres dan Pemkab OKI mempertemukan kedua belah pihak yang berdamai, dan menghasilkan 9 poin kesepakatan damai yang ditandatangani oleh Kepala Desa (kades) pematang Panggang Abdullah Kadir yang bertindak atas nama masyarakat Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji OKI dan PJS Kepala Cabang (kacab) PSHT OKI, Didi Wan Nugroho yang bertindak atas nama perguruan silat Persaudaraan Setia hati terate (PSHT) Kecamatan Mesuji OKI.

Salah satu Poin kesepakatan damai itu yakni kedua belah pihak menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang seadil-adilnya kepada pihak berwajib terhadap pelaku. Kedua belah pihak sepakat mejaga ketentraman dan tidak akan melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Tidak akan melakukan tindakan anarkis yang bertentangan dengan hukum.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa bentrokan pertama kali berawal saat saling ejek antara anggota PSHT dengan pemuda pematang Panggang, hingga pada hari Minggu (17/6) sekitar pukul 17.00 WIB, beberapa warga Desa Pematang panggang menyerang anggota PSHT di pasar Gajah, Desa Surya Adi Mesuji OKI.

Dari bentrokan itu ada satu orang  korban yang tewas dari anggota PSHT dengan luka bacok disekujur tubuhnya atas nama Darmansyah, selain itu ada 6 orang yang mengalami luka bacok saat ini masih dirawat di RSUD Kayuagung. Atas peristiwa itu hari Senin (18/6) sekitar puul 11.00 WIB, ribuan pendekar PSHT baik dari OKI, OKU Timur dan PSHT Mesuji Lampung menyerang warga Desa Pematang panggang. atas serangan itu satu orang anggota PSHT kena luka tembak di kakinya.(zhva)

Warga Pematang Panggang dan PSHT Berdamai

kedua belah pihak bersalaman tanda perdamaian disaksikan Kapolres OKI

KAYUAGUNG – Kepolisian Resort (polres) Ogan Komering Ilir (OKI) baru mengamankan satu orang diduga terlibat dalam bentrokan antara warga pematang panggang, Kecamatan Mesuji OKI dengan anggota perguruan Persaudaraan Setia Hati (PSHT) Desa Surya Adi, Mesuji OKI, yang menewaskan satu orang dari anggota PSHT.
Menurut Kapolres Ogan Komering Ilir (OKI) AKBP Agus Fatchulloh mengatakan, bahwa proses hukum terus dilakukan, siapa yang salah harus bertanggung jawab terhadap hukum.

” Saat ini kita baru mengamankan satu orang berinisial  SR, warga Pematang Panggang, saat ini masih dalam pemeriksaan, statusnya masih sebagai saksi,” ungkapnya disela Kegiatan Louncing 1 desa 1 Polisi, Rabu (20/6)

Namun demikian pihaknya tetap akan terus melakukan pengembangan, untuk berbuat seadil-adilnya, dengan mengusut kasus ini sampai tuntas.

”Dengan tewasnya satu orang korban dan beberapa orang yang luka-luka itu memang tidak mungkin hanya dilakukan satu orang, kita tetap usut kasus ini sampai tuntas,” ujarnya kemarin.

Bentrokan yang terjadi sejak minggu –Senin  (17-18/6) kemarin, akhirnya berakhir dengan damai. kedua belah pihak yang bertikai sepakat untuk berdamai. Kesepakatan damai itu setelah pihak Pemkab OKI dan Kapolres mempertemukan para tokoh masyarakat dari kedua belah pihak.

Pertemuan berlangsung di aula Kecamatan Lempuing, Selasa (19/6)  malam. Dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak bermusyawarah selama dua jam, hingga keduanya sepakat untuk mengakhiri pertikaian dan siap kembali hidup berdampingan.

Menurut Kapolres bahwa pertemuan tersebut menghasilkan 9 poin kesepakatan damai yang ditandatangani oleh Kepala Desa (kades) pematang Panggang Abdullah Kadir yang bertindak atas nama masyarakat Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji OKI dan PJS Kepala Cabang (kacab) PSHT OKI, Didi Wan Nugroho yang bertindak atas nama perguruan silat Persaudaraan Setia hati terate (PSHT) Kecamatan Mesuji OKI.

“Sembilan Poin dari isi nota kesepakatan damai itu yakni, kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan pertikaian. Sepakat untuk melakukan perjanjian damai dan tidak lagi mengulangi aksi yang berakibat merugikan kedua belah pihak. Kemudian berjanji untuk menahan diri dan tidak melakukan provokasi terhadap masyarakat lainya,” ungkapnya.

Selanjutnya, menurut Kapolres Poin yang keempat, menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang seadil-adilnya kepada pihak berwajib terhadap pelaku. Kedua belah pihak sepakat menjaga ketentraman dan tidak akan melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Tidak akan melakukan tindakan anarkis yang bertentangan dengan hukum.

Kemudian atas peristiwa tersebut, dalam poin ke tujuh kedua belah pihak bersedia saling melindungi dan mengayomi baik masyarakat desa pematang panggang maupun perguruan PSHT di OKI. Pihak pelaku bersedia memberikan santunan atas adanya korban yang meninggal dunia dan luka sesuai dengan hasil musyawarah.

“ Poin yang ke 9 (terakhir) Seluruh warga baik dari PSHT maupun warga Desa pematang panggang harus menyerahkan senjata tajam yang selama ini digunakan untuk bentrok kepada Polisi,” jelasnya.

Penandatanganan nota damai itu disaksikan oleh kapolres OKI AKBP Agus Fahtulloh, Dandim 0402 Letkol Inf Manggaraja Simanjuntak, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) OKI Muslim, Camat Mesuji M Denin, Kaban Kesbangpolinmas OKI Sopian Ahmad.

Kesepakatan damai ini disambut baik oleh Bupati OKI Ishak Mekki, hidup damai inilah yang sangat diharapkan oleh Bupati OKI dan Masyarakat Oki umumnya.

”Memang sebelumnya kita terus berupaya untuk mendamaikan kedua belah pihak, dengan berkoordinasi dengan Kapolres Dandim dan pihak terkait,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, kesepakatan damai tersebut dibuat dengan kesadaran dan penuh rasa tanggung jawab dari semua pihak dalam rangka menjaga kerukunan dan stabilitas keamanan masyarakat Mesuji serta menjaga jangan sampai terjadi lagi pertikaian di Mesuji OKI.

”Kedua belah pihak menjamin tidak akan mengulangi perbuatan yang merugikan kedua belah pihak,” jelas Ishak.

Kades Pematang Panggang Abdullah Kadir, saat ditemui usai penandatanganan kesepakatan damai tersebut, mengatakan dirinya menjamin bahwa warganya tidak akan mengulangi aksi bentrokan tersebut.

” Dengan kesepakatan ini, saya jamin bahwa warga pematang tidak akan mengingkari nota kesepakatan damai itu,” ujarnya.

Hasil Kesepakatan ini menurut Kades, akan disampikan langsung kepada seluruh Kepala Dusun, tokoh masyarakat dan warga Pematang panggang.

”Hasil kesepakatan ini akan langsung kita sampaikan pada masyarakat pematang Panggang, selama ini warga juga menginginkan hidup damai,” terangnya.

Sementara itu menurut PJS Kepala Cabang (kacab) PSHT OKI, Didi Wan Nugroho, mengatakan hasil kesepakatan damai ini akan disampikan kepada seluruh anggota perguruan PSHT OKI khususnya PSHT Mesuji.

”Untuk kasus hukumnya kita serahkan kepada aparat kepolisian, kita juga sepakat untuk menyerahkan semua senjata tajam yang selama ini digunakan untuk bentrok,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa bentrokan pertama kali berawal saat saling ejek antara anggota PSHT dengan pemuda pematang Panggang, hingga pada hari Minggu (17/6) sekitar pukul 17.00 WIB, beberapa warga Desa Pematang panggang menyerang anggita PSHT di pasar Gajah, Desa Surya Adi Mesuji OKI.

Dari bentrokan itu ada satu orang  korban yang tewas dari anggota PSHT dengan luka bacok disekujur tubuhnya atas nama Darmansyah, selain itu ada 6 orang yang mengalami luka bacok saat ini masih dirawat di RSUD Kayuagung. Atas peristiwa itu hari Senin (18/6) sekitar puul 11.00 WIB, ribuan pendekar PSHT baik dari Surya Adi Mesuji OKI, OKU Timur dan PSHT Mesuji Lampung menyerang warga Desa Pematang panggang, atas serangan itu satu orang anggota PSHT kena luka tembak di kakinya.(zhva)
Widget Slideshow
Jadilah salah satu penggemar dari kami

Total Tayangan Halaman

Kunjungan

free counters

Comments

 
Support : Creating Website | ayank zhva | ayank zahva
Copyright © 2011. BENDE SEGUGUK - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Ayank Template
Proudly powered by Blogger