BENDE SEGUGUK: Politics
Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Politics. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politics. Tampilkan semua postingan

Alex Noerdin Masih Malu-malu

Written By nur on Minggu, 29 Juli 2012 | 10.37

KAYUAGUNG – Gubernur Sumatara Selatan (sumsel) H Alex Noerdin masih terkesan malu-malu untuk menyatakan kesiapannya maju kembali sebagai kandidat calon gubernur sumatara selatan peiode 2013 – 2018, Alex tampaknya masih focus  melaksanakan jabatannya sebagai gubernur,kendatipun pilgub sumsel tak sampai satu tahun lagi.
Alex Noerdin
Bahkan Alex Noerdin menanggapi dingin perihal kemungkinan dirinya akan maju kembali pada pilgub sumsel mendatang, walaupun banyak pihak memprediksi  mantan Bupati Muba ini akan kembali maju untuk periode kedua kalinya, apalagi berbagai baliho Alex pun sudah mulai terlihat mulai bermunculan.

Ditemui dalam kegiatan , buka puasa bersama dan sholat Tarawih berjamaah dalam rangka safari Ramadhan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) di rumah Dinas Bupati OKI, Jumat (27/7) malam, kemarin, Alex terkesan malu-malu membicarakan tentang pemilihan gubernur (Pilgub) tersebut.


“Aah.., masih lama itu (Pilgub,red), masih tahun depan. Iyo dak,”cetus Alex Noerdin ketika dicegat wartawan saat dirinya baru keluar dari rumah dinas bupati melalui pintu utama.

Ketika dimintai pendapatnya terkait wacana adanya warga yang masih menginginkan dirinya untuk kembali memimpin provinsi ini hingga tahun 2018 mendatang, Alex Noerdin yang malam itu mengenakan peci hitam dan baju muslim warna putih inipun masih tetap saja enggan menanggapi wacana dimaksud.

”Iyalah.., masih lama. Jawabannya itu (masih lama), terima kasih,”ucap Alex singkat seraya meninggalkan wartawan menuju mobil dinas warna hitam bernopol BG 1 PS. Lalu rombongan gubernur dan bupati menuju masjid Babussalam di Kelurahan Mangunjaya Kayuagung untuk tarawih berjamaah. Safari Ramadhan gubernur ke OKI merupakan daerah ketiga setelah Muba dan OI, Empat Lawang dan Lahat daerah selanjutnya setelah OKI.

Saat diwawancai terkait Pilgub ini, Alex Noerdin tidak didampingi Bupati OKI Ir H Ishak Mekki MM yang padahal pada saat keluar rumah dinas, mereka berdampingan. Ishak Mekki yang keluar rumah melempar senyum kepada wartawan terlihat memilih masuk duluan ke dalam mobil dinas.

Diketahui, Pemilukada Sumsel yang untuk menentukan gubernur dan wagub periode 2013-2018 mendatang rencananya akan dilaksanakan 6 Juni tahun depan, jadwal ini dipercepat 3 bulan dibandingkan Pemilukada Sumsel tahun 2008 lalu yang digelar bulan September.

Pesta rakyat 5 tahunan untuk menentukan pasangan pemimpin di Bumi Sriwijaya ini telah lama memunculkan nama-nama beberapa kandidat kuat yang saat ini memegang jabatan kepala daerah maupun wakil kepala daerah di Sumsel serta pimpinan Parpol kuat dan Ormas ternama di level nasional.

Mereka yakni Ir H Ishak Mekki MM yang menjabat Bupati OKI dan Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel, Ir H Eddy Santana Putra MT dengan jabatan Walikota Palembang dan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel, H Herman Deru SH MM pada posisi Bupati OKU Timur dan Ketua Ormas Nasdem Sumsel, serta H Eddy Yusuf SH MM selaku Wagub Sumsel saat ini. 
         
 Keempat kandidat ini dipastikan akan ”mengadu peruntungan” di level provinsi. Pasalnya, Ishak Mekki, Herman Deru dan Eddy Santana tidak bisa mencalonkan diri lagi pada Pemilukada di daerah yang dipimpinnya sekarang karena semuanya telah menjabat dua periode. Sedangkan Eddy Yusuf adalah  Wakil Gubernur Sumsel dan mantan Bupati OKU dan berhasrat akan kembali berkarya di level provinsi. (zhva)

Alex – Ishak Berjamaah

KAYUAGUNG  - Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin dan Bupati OKI Ir H Ishak Mekki MM beserta jajaran terlihat beramah tamah sembari menunggu saatnya berbuka puasa Kamis (27/7) di rumah dinas Bupati OKI Kayuagung. Kunjungan yang dilakukan Alex, dalam rangkaian kegiatan safari Romadhon 1433 H  tahun 2012.

”Alhamdulillah kita bisa saling bersilaturrahmi sekarang ini di Kayuagung,’’ ujar Alex usai melaksanakan sholat maghrib berjamaah.
Alex dan Ishak tampak Sholat Berjamaah di Kayuagung
Ditambahkannya, perjalanan safari romadhon sudah dilaksanakan di tiga kabupaten, disusul kabupaten OKI yang ke empat.

”Besok kita akan ke Empat Lawang dan  Lahat,’’ lanjutnya.

Saat ditanya mengenai pilkada Sumsel, Alex yang digadang-gadang akan kembali mencalonkan diri dengan diplomatis Alex berkilah bahwa persoalan itu masih lama.
”Masih lama itu,’’ kilahnya kepada wartawan.

Di Kayuagung, Alex melakukan solat Magrib berjamaah di aula pendopoan dengan Bupati OKI Ir H Ishak Mekki, MM, wabub H Engga Dewata, Sekda Ir Ruslan Bahri, para asisten serta kepala Badan, Dinas, Kantor di Jajaran pemkab OKI.

Usai  solat berjamaah, Gubernur, Bupati beserta rombongan langsung meluncur ke mesjid Babussalam kelurahan Mangunjaya Kayuagung.

Di Mesjid tersebut, kedatangan Gubernur serta Bupati beriringan disambut hangat sekitar 500 jemaah yang hadir dimesjid tersebut. Kaum pria berebutan bersalaman dengan orang nomor satu di Sumsel serta  orang nomor satu di OKI. Terlebih kedatangan  Gubernur serta Bupati sebelumnya tidak diberitahukan terlebih dahulu menjadi satu kejuatan yang sangat istimewa bagi para jamaah masjid.(zhva)

DPT OKI Meningkat 15%

Written By nur on Selasa, 10 Juli 2012 | 10.13

KAYUAGUNG  – Jumlah pemilih pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) diwilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir diperkirakan mengalami peningkatan hingga 15 persen bila dibandingkan dengan Pelaksaaan Pemilihan Presiden (pilpres) pada tahun 2009 lalu.
Bertambahnya jumlah pemilih ini selain penambahan jumlah usia pemilih, disisi lain penambahan ini juga disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang masuk atau pendatangan ke wilayah bumi bende seguguk.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabuapten OKI, Abdul Hamid Usman kepada sejumlah wartawan menerangkan, Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) OKI, bahwa jumlah daftar pemilih tetap (DPT) saat pilpres tahun 2009 yang lalu berjumlah 504,961, dengan rincian 247,936 untuk laki-laki dan 257,025 untuk jumlah pemilih perempuan. kondisi ini tentu akan berpengaruh pada Pilkada 2013 mendatang
” Sesuai data kita yang kita peroleh dari dinas kependudukan dan catatan sipil (dukcapil) OKI, sampai bulan Juni 2012 jumlah penduduk kita mengalami peningkatan saat ini berjumlah 685,386 jiwa, sehingga diprediksi DPT mengalami peningkatan 15 persen. ” ujarnya.
Walaupun pihaknya sudah mendapat data jumlah penduduk OKI, tetapi hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah DPT atau jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk pilkada 2013 mendatang.
”Yang pasti penambahan ini, disebabkan bertambahnya usia penduduk. Selain itu, banyaknya warga pendatang, sehingga mempengaruhi jumlah DPT di OKI,” ungkapnya. 
Selain itu menurut Abdul Hamid, rentang waktu antara pilpres dengan Pilkada tahun depan cukup jauh, yakni tiga tahun, sehingga banyak penduduk yang sudah bertambah usia,
” Kita jadwalkan pada bulan april 2013 mendatang, kita baru melakukan pemutakhiran data bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk menentukan DPT,” jelasnya.
Tahapan pemilukada sudah kita buat, diantaranya pada bulan januari 2013 KPU akan mulai malakukan pemberitahuan dan pendaftaran pemantau kepada masyarakat, kemudian menerima pemberitahuan DPRD OKI kepada KPU mengenai berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati OKI.
”Pertengahan Januari, kita akan melakukan rapat koordinasi dengan PPK, PPS san KPPS, dalam pelaksanaan pemilukada OKI,” ungkapnya.
Sementara itu menurut Divisi Humas, Hubungan Antar Lembaga dan Mata Pilih KPUD, Idham Khalik SE, jadwal pelaksanaan Pilkada OKI akan dilaksanakan serentak pada bulan Juni 2013, hal ini sesuai dengan tahapan Pemilukada di KPUD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dimana Pilkada OKI digelar serentak dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel dan beberapa kabupaten lainnya.

“Alasan penggabungan lima Pilkada secara serentak itu diatur sesuai dengan Pasal 235 Ayat 2 UU No 12/2008 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah yang menyatakan penggabungan pelaksanaan Pilkada Gubernur dengan Pilkada bupati/walikota hanya,” jelas Idham.
Selain itu Pilkada serentak ini akan menimbulkan dampak positif. seperti menghemat waktu, pikiran, tenaga, termasuk anggaran.(zhva)

** H. Ishak Mekki; “Hidup itu sangat singkat, Bagaimana kita berbuat banyak untuk masyarakat”

MUARA ENIM - IKHLAS bukan hanya slogan politik, ikhlas juga ajakan untuk beribadah. Oleh karena itu sebagai umat muslim  terus menyerukan kata “ikhlas”.Demikian disampaikan Ustadz H. Aman Rahman pimpinan pondok pesantren Nurul Qur’an, saat acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid pesantren Nurul Qur’an, Desa Betung Kecamatan Abab Muaraenim, Sumatera Selatan, kemari  dilakukan Bakal calon Gubernur Sumsel 2013-2018 H. Ishak Mekki.

“Saya kagum dan tertarik dengan konsep ikhlas dan jargon “insyaallah bisa” yang digunakan oleh Pak Ishak Mekki. Ini menandakan beliau adalah sosok pemimpin yang religius serta rendah hati. Hal ini telah dia buktikan dengan pembangunan-pembangunan bidang keagamaan di Kabupaten OKI. Pemimpin seperti inilah yang wajib kita dukung,” ujar Ustadz Rahman, disambut kata “amin” ribuan undangan.

Dalam suasana kekeluargaan acara ini, dihadiri ribuan tokoh masyarakat dan pemuka agama dari Penungkal Abab, Lematang Ilir yang berasal dari Desa Betung Ilir, Karang Agung, Prambanan, Batu Tugu, serta desa-desa lainnya.

Budi Khair, selaku ketua panitia pelaksana, mengaku bangga dan bersyukur dengan kedatangan H. Ishak Mekki.

“Pak Ishak telah datang ke sini karena itu Pak Ishak adalah dulur (keluarga) kita. Sebagai keluarga tentu kita  harus mendukung orang yang peduli kepada kita,” ujarnya.

Sementara itu H. Alizaman M. Noer, tokoh masyarakat PALI (Penungkal Abab Lematang Ilir) mengatakan Ishak Mekki bukan orang lain bagi masyarakat PALI.
H Ishak Mekki bersama ribuan warga Pali


“H. Ishak Mekki bukan orang lain bagi kami. Beliau adalah keluarga bagi kami. Pak Ishak telah berbuat banyak untuk masyarakat PALI ini, salah satunya akses jalan dari Simpang Belimbing sampai ke Abab ini adalah karya Pak Ishak, ketika dia menjabat sebagai Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan,” kata Alizaman, yang menjadi pernah menjadi pesirah (camat), serta dua kali menjabat Ketua DPRPD Kabupaten Muaraenim.
 
Dalam kunjungan silahturahmi Ishak Mekki di Desa Betung juga cukup mengharukan. Dua orang yang mendirikan musholah di Desa Betung itu meminta khusus kepada Ishak Mekki untuk meletakan batu pertama, dan meresmikan musholahnya. Seorang mantan preman yang sadar di Kampung III Desa Betung, yang ingin mendirikan sebuah musholah dengan nama Musholah Al Hadi, meminta khusus kepada Ishak Mekki untuk meletakan batu pertama pembangunan musholah tersebut.

Sementara itu Hj. Bina yang menggunakan biaya pribadi buat membangun Musholah Al Manar di Kampung Satu Desa Betung, meminta Ishak Mekki buat meresmikan masjidnya.

“Saya memang menginginkan beliau (Ishak Mekki) yang meresmikan musholah ini, sebab saya tahu dia seorang pemimpinan yang taat beragama, dan anak dan matu ulama besar di Kayuagung,” kata Hj. Bina.

Seperti yang selalu Ishak Mekki lakukan dalam setiap kunjungannya, H. Ishak Mekki juga memberikan bantuan dana kepada para pengurus masjid maupun musholla. Demikian halnya di Kecamatan Abab. Ishak Mekki memberikan tanda kasih kepada 10 masjid, 10 kelompok kesenian rebana, serta bantuan pembangunan Mushola Al-Hadi dan bantuan kepada Ponpes Nurul Qur’an.

Pembangunan bidang keagamaan merupakan hal yang menjadi perhatian Ishak Mekki  sejak lama. Frekwensinya kian meningkat saat dia kali pertama memimpin Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Pembangunan bidang keagamaan itu, selain dari keinginan pribadi dirinya dan sang istri tercinta Tartilah Ishak, juga merupakan pesan dan amanat dari orangtua dan mertuanya.

Dijelaskan  Drs. M. Amin Jalalen Direktur Eksekutif Partai Demokrat Sumsel , orangtua dari Ishak Mekki yakni H. Ahmad Mekki merupakan seorang tokoh agama di Kayuagung waktu itu. Beliau dinamakan Mekki karena lahir dan besar di kota Mekkah, Arab Saudi, dan setelah pulang ke Indonesia menjadi guru ngaji dan hafidz Qur’an di Kayuagung. Sedangkan mertuanya sendiri yaitu H. Muchtar Abdullah, juga  seorang ulama dan hafidz Quran di Kayuagung.

“Oleh karena itu sejak awal kepemimpinannya, tahun 2004, Ishak Mekki sangat memperhatikan bidang keagamaan. Ustad, Ustadzah dan P3N diberikan insentif, hafidz Alqur’an digaji, masjid dan mushola dibantu, pondok pesantren diberi dana bantuan, bahkan jemaah haji asal Kabupaten OKI diberi sangu dan pendampingan,” kata Amin Jalalen yang juga mantan Sekda Kabupaten OKI ini.

Atas keinginannya untuk melakukan pembangunan di bidang keagamaan maupun pembangunan ekonomi, Ishak Mekki berniat untuk maju sebagai Gubernur Sumsel 2013-2018.

“Hidup itu sangat singkat. Itu artinya kita harus berbuat banyak yang terbaik untuk masyarakat. Saya ingin berbuat banyak tentang kebaikan terhadap masyarakat Sumsel,” kata Ishak Mekki dihadapan masyarakat Abab.

Di akhir kunjungannya ke Desa Betung, Ishak Mekki menerima pernyataan sikap dari masyarakat Pali atas nama ribuan masyarakat,  Pernyatan ini disampaikan masyarakat saat penutupan turnamen sepak bola Muzakir Cup di Desa Betung.

“Kami dengan ini menyatakan mendoakan dan akan memilih Ishak Mekki sebagai Gubernur Sumsel 2013-2018,” kata tokoh masyarakat PALI Muslim Idris, yang disambut teriakan “amin” dan “Ishak Mekki” oleh ribuan warga yang memadati lapangan sepakbola tersebut.

Pada kesempatan yang sama tokoh pemuda PALI Firdaus Hasbullah, di hadapan puluhan ribu warga PALI, menyatakan Ishak Mekki merupakan sosok pemimpin yang santun, religius, dan telah membuktikan dirinya sebagai seorang pemimpin yang tidak banyak berjanji tapi telah memberikan banyak bukti.

“Baik pembangunan ekonomi maupun keagamaan. Sosok pemimpin seperti ini yang pantas dan layak kita pilih sebagai Gubernur Sumsel,” kata Firdaus disambut teriakan “amin” dan “Ishak Mekki Gubernur Sumsel”.

Dalam silahturahmi Ishak Mekki ini juga dihadiri Wakil bupati Muara Enim Nurul Aman sejumlah pengurus DPD Partai Demokrat Sumsel seperti Chairul S. Matdiah, Syaiful Islam, M.F. Ridho, dan Holda Herman. (zhva)

Kader PDIP Siap Menangkan Yusuf Mekki Rebut OKI I

Written By nur on Jumat, 22 Juni 2012 | 03.10

KAYUAGUNG - Partai Perjuangan Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan siap untuk meramaikan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten OKI 2013 mendatang, sebagai partai pemenang Pemilu Legislatif PDIP semakin PD untuk mencalonkan salah satu kadernya merebut kursi orang no I dikabupaten OKI.

HM Yusuf Mekki
Salah seorang kader Partai PDIP yang juga menjabat sebagai anggota DPRD OKI, Abdianto menyatakan, Kader PDIP siap meramaikan Pilkada OKI 2013 mendatang menurutnya, para kader partai PDIP sudah memiliki sosok pemimpin yang bakal dimajukan pada Pilkada Juni 2013 mendatang.

Dikatakannya, kader PDIP sudah kompak mendukung ketua DPC PDIP yang tak lain merupakan kakak kandung Ishak Mekki yaitu Yusuf Mekki menurutnya, Yusuf Mekki  adalah sosok figure yang tepat untuk maju sebagai bupati OKI periode 2013-2018 mendatang,  untuk itu semua kader PDIP mulai dari ranting, anak cabang menginginkan beliau untuk maju merebut kursi No I di OKI.

“Bapak Yusuf Mekki merupakan orang yang tepat untuk maju sebagai Bupati OKI, berdasarkan  survey internal, beliau lebih menyatu dengan masyarakat OKI untuk itu kami yakin beliau bisa bersaing dengan calon-calon lainnya dan seluruh kader PDIP sudah sepakat untuk mengusung yusuf maju pada pilkada 2013 mendatang”ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Memang seharusnya untuk menetapkan calon itu melalui rakercab dan dalam waktu dekat PDIP akan segera menggelar rakercab untuk konsolidasi menentukan siapa yang akan diusung dalam pilkada 2013 pada prinsipnya Yusuf Mekki sudah menyatakan siap untuk maju walaupun masih menunggu restu dari pimpinan DPD dan DPP.

Hal senada juga diungkapkan Made Indrawan yang juga kader PDIP sekaligus anggota DPRD OKI yang mengaku siap mendukung siapapun yang diusung oleh PDIP,  Menurut dia, sosok kader PDIP yang diaggap layak dan pantas untuk maju  dalam pilkada OKI 2013 hanya satu nama yakni Yusuf Mekki.

” Posisi sebagai ketua DPC tentu sangat memberikan peluang bagi pak Yusuf Mekki untuk maju, apalagi PDIP juga sebagai pemenang pemilu legislative 2009 di kabupaten OKI,” ungkapnya.

Dijelaskannya, dalam pilkada OKI 2013 mendatang, akan lebih semarak, karena seluruh calon yang akan maju merupakan orang-orang baru.

”Pilkada untuk periode 2013-2018, tidak ada calon Incumbent, semuanya akan diikuti oleh orang-orang baru, ini tentu akan terlihat lebih seru,” tambahnya.

Sebelumnya, Yusuf Mekki yang merupakan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), telah menyatakan kesiapannya untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daearah (pilkada) Kabupaten OKI tahun 2013 mendatang.

walaupun  demikian dirinya masih menunggu restu dari Dewan Pimpanan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.

“Kalau secara pribadi insya Allah saya siap maju dalam pilkada OKI 2013 mendatang, kalau memang Pimpinan Partai baik pusat maupun daerah mengendaki saya kemudian jika masyarakat juga mendukung saya,” katanya.

Sebelum dirinya menyatakan secara langsung tentang kesiapannya untuk maju dalam pilkada OKI, selama ini memang sudah menjadi perbincangan  masyarakat OKI tentang  isu rencananya untuk ikut meramaikan pilkada OKI 2013 mendatang.

”Keinginan saya untuk maju ini tidak lain karena ingin kemajuan dan mensejehterakan masyarakat Kabupaten OKI,” terangnya.

Ditambahkannya, untuk ikut serta dalam pencalonan Bupati OKI, pihaknya tentu tidak ingin mencalokan diri hanya untuk kalah tetapi untuk menang.

”Partai PDIP saat ini sedang melakukan survey, dari hasil suvey tersebut nanti akan dilihat siapa yang akan diusung dari partai PDIP, belum tentu juga partai mengusung saya untuk maju,” jelasnya. (zhva)

DPRD OKI Segera Godok Perda Pendirian Pasar Modern

KAYUAGUNG –Menjamurnya Pasar Modern seperti indomaret,
alfamart dan sejenisnya dikabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) membuat
para pedagang tradisional terancam gulung tikar akibat kalah bersaing
dengan pasar modern pasalnya, pasar modern ini harganya lebih murah
suasana tempatnya pun cukup refresentatif.

Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi warung-warung kecil yang
semula menjadi pilihan utama untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga
sekarang tidak sedikit pedagang dengan modal kecil ini banyak yang
gulung tikar.

Untuk melindungi pedagang kecil agar tetap tumbuh, DPRD Kabupaten OKI
akan segera menggodok peraturan daerah (perda) yang mengatur soal
pendirian toko modern, pasar tradisional maupun pasar modern ataupun
perda sejenis.

Menurut Askweni Wakil ketua DPRD OKI, keberadaan pasar modern
dikabupaten OKI semakin hari semakin menjamur khususnya dikota
kayuagung setidaknya ada sembilan minimarket seperti Alfamart dan
Indomaret yang sudah berdiri. Untuk itu pihaknya akan segera menggodok
Perda yang mengatur tentang masalah pendirian pasar, penataan pasar
tradisional, toko moderen dan pasar moderen.

“ Kita akan segera menggodok Perda tentang pendirian pasar
modern,tradisional, termasuk pendirian tokoh modern, Karena kalau
tidak diatur, keberadaan toko moderen bisa semakin menjamur dan ini
dapat mematikan pedagang kecil yang ada”ungkapnya.

Dikatakannya, Perda tersebut harus segera dibuat karena kalau tidak
disegerakan ditakutkan pasar moderen ini akan semakin bertambah
menurutnya hingga akhir tahun 2012 ini pihaknya akan berusaha untuk
membuat perda tersebut “ Kita bersama anggota dewan yang lain sudah
membahas terkait menjamurnya minimarket di kabupaten OKI ini dan kita
berharap perda tersebut bisa segera diakomodir”ujarnya.

Perda yang akan digodok ini lanjutnya bertujuan untuk melindungi
pedagang kecil agar tetap mengais rejeki melalui toko-toko kecilnya
sedangkan untuk tokoh moderen yang sudah terlanjur berdiri harus tetap
diatur, terutama soal jarak antara satu toko moderen dengan toko
modern lainnya.

Kepala Badan Pengelola Pasar dan Kebersihan (BPPK) Kabupaten OKI,
Amiruddin SSos, mengatakan, dengan maraknya mini market yang
beroperasi dikabupaten OKI ini memang dirasakan sangat mengganggu para
pedagang kecil karena harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan
dengan pedagang kecil sehingga masyarakat lebih memilih berbelanja
dipasar moderen.

Menurutnya, memang diperlukan adanya aturan yang mengatur pendirian
pasar moderen ini sehingga pedagang kecil ini bisa tetap mengais
rezeki sejauh ini lanjutnya tidak ada aturan yang mengatur pendirian
pasar moderen ini “Sebenarnya memang harus ada aturan yang mengatur
itu misalkan jarak tokoh moderen dengan pasar tradisional ini sekian
kilometer sehingga pedagang kecil ini tidak mati”jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi
(Disperindagkop) Kabupaten OKI, melalui Kasi Pengawas Perdagangan, M
Teguh mengatakan, izin operasi mini market ini seharusnya
memperhatikan dampak-dampak yang akan timbul, seperti matinya
usaha-usaha kecil dan pasar tradisional.
Diakuinya, dengan mudahnya pemberian izin mini market untuk beroperasi
tidak sedikit warung-warung kecil yang berada di sekitar usaha
tersebut terpaksa gulung tikar. “Ya usaha kecil kan modalnya juga
kecil, sementara mini market modalnya cukup besar. Jadi secara
otomatis untuk mengembangkan usahanya, warung kecil harus mencari
untung, tapi karena mini market mampu menawarkan harga jual
barang-barang yang murah maka pembeli cenderung memilih ke mini
market,” tandasnya. (zhva)

KPU OKI Butuh Dana Rp.48 M

Written By nur on Rabu, 06 Juni 2012 | 08.04


** Untuk Pendanaan Pilkada 2 putaran

KAYUAGUNG  – Komisi Pemilihan umum (KPU) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) setidaknya membutuhkan dana sebesar Rp. 48 miliar untuk menghadapi pemilihan kepala Daerah (pilkada)  serentak pada 6 juni 2013 mendatang, anggaran tersebut juga termasuk jika pelaksanaan pemilukada sampai terjadi dua putaran.

Ketua KPU OKI, H Abdul Hamid Usman, saat ditemui diruang kerjanya kemarin (6/6) mengatakan, bahwa estimasi dana pelaksanaan Pilkada 2013 mencapai Rp 48 Milyar merupakan usulan dari pihaknya namun hal tersebut belum final, selain itu dana pelaksananaan untuk pemilukada serentak,yakni pilkada bupati OKI dan Pilkada Gubernur Sumsel, ada sharing dari  APBD Provinsi, namun besaran dana sharing tersebut hingga saat ini belum diketahui.

"Kalau untuk honor KPU, Sekretariat KPU, PPK dan Sekretariat PPK dibiayai dengan menggunakan dana APBD Provinsi, sedangkan untuk PPS dan KPPS dibiayai dari APBD OKI," ujarnya.

Menurutnya, besar kemungkinan calon yang akan maju pada pilkada 2013 mendatang lebih dari dua orang, itu artinya, ada kemungkinan dilakukan putaran kedua.

"Rencana keperluan dana penyelenggaraan itu, sudah termasuk apabila terjadi pemungutan suara dua kali, baik itu pilkada gubernur maupun pilkada bupati atau bahkan dua-duanya.” ungkapnya.

Menurut Hamid, tahapan Pilkada kabupaten OKI sudah dilakukan mulai bulan November mendatang, disisi lain, Daftar Pemilih Tetap (DPT) kabupaten OKI masih sedang rekapitulasi, jika sesuai dengan DPT Pilpres 2009 yang lalu  mencapai 504,961 jiwa.

”Saat ini kita sudah melakukan komunikasi dengan Dinas Pendudukan dan catatan Sipil (dukcapil), sesuai data Dukcapil sekarang ada 685,386 jiwa, sampai Juni 2012 ini,” jelasnya.

Ditambahkan Abdul Hamid, dari angka tersebut tidak menutup kemungkinan bisa diatas itu lagi. Karena data itu baru pertengahan tahun ini.

“Kunci dari semua persoalan Pemilukada kan tentang DPT. Tapi untuk Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilukada (DP4) biasanya, akan kita dapatkan 6 bulan sebelum tahapan,” katanya.

Sementara itu  Divisi Humas, Hubungan Antar Lembaga dan Mata Pilih KPUD, Idham Khalik SE, mengatakan bahwa pelaksanaan Pilkada OKI akan dipercepat, ini  sesuai dengan tahapan Pemilukada di KPUD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Pilkada OKI digelar pada bulan Juni 2013, serentak dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel, Pilkada Kabupaten Banyuasin, Pilkada Kabupaten Lahat dan Pilkada Kabupaten Empat Lawang.

“Alasan penggabungan lima Pilkada secara serentak itu diatur sesuai dengan Pasal 235 Ayat 2 UU No 12/2008 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah yang menyatakan penggabungan pelaksanaan Pilkada Gubernur dengan Pilkada bupati/walikota hanya dimungkinkan dalam kurun waktu 90 hari,” jelas Idham Khalik.

Selain dasar dari UU No 12/2008, menurut Idham, Pilkada serentak ini akan menimbulkan dampak positif. “Ini perintah undang-undang, KPUD OKI hanya menjalankan perintah dan bekerja sesuai dengan aturan yang ada. Namun Pilkada serentak ini banyak positifnya, seperti menghemat waktu, pikiran, tenaga, termasuk anggaran,” urainya.

Selain membuat kesepakatan dengan lima Pilkada berlangsung serentak, kata dia, KPUD OKI juga mulai bergerak mempersiapkan kebutuhan logistik untuk Pilkada nanti.
“KPUD sekarang sedang menginventarisir, terutama mengenai jumlah penduduk atau mata pilih yang benar-benar valid,” bebernya.(zhva)

DPC Demokrat OKI “Galau”

Written By nur on Selasa, 05 Juni 2012 | 07.57

** Muncul Wacana Demokrat bakal usung Muchendi.



KAYUAGUNG – Menjelang Pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Bupati Ogak Komering Ilir (OKI) pada 6 juni 2013 mendatang, Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat OKI terkesan “galau” untuk mengusung kader terbaiknya dalam pilkada OKI mendatang.

Meskipun sebelumnya partai pemenang pemilu ke dua dikabupaten OKI ini, tampak serius untuk mengusung ketua DPC Demokrat OKI, Hj Tartila Ishak sebagai kader terbaik selaku calon bupati, namun belakangan sosialisasi dan pencitraan terhadap kader yang satu ini sebagai calon bupati sedikit berkurang.
H Muchendi Mahzareki

Hal ini seakan mengisyaratkan Demokrat OKI tengah memainkan strategi lainnya dalam memenangi pilkada OKI mendatang, maklum saja pilkada OKI akan dilaksanakan secara serentak dengan pilkada sumsel, Dimana Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel H Ishak Mekki yang tidak lain adalah Bupati OKI, sudah secara terang-terangan siap berlaga dalam merebut kursi sumsel satu.

Scenario politikpun mulai bermunculan, bahkan ada wacana terbaru bahwa Partai Demokrat OKI akan mengusung figure lain yakni, Muchendi Mahzareki sebagai calon Kepala Daerah OKI periode 2013-2018.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPC Partai Demokrat OKI H Darmiat Matdiah secara tegas mengatakan, hingga saat ini partainya tetap dalam komitment awal yakni mengusung Hj Tartila Ishak sebagai bupati OKI, kendati demikian dirinya tidak menampik dinamika politik bisa saja terjadi setiap saat.

“Kita tetap dengan sikap partai, hingga saat ini secara kelembagaan kita tetap mengusung Hj Tartila,hingga saat ini belum ada perubahan.” ujar Darmiat saat dibincangi wartawan, Selasa (05/6).

Wakil Ketua DPRD OKI ini mengatakan, menjelang pelaksanaan pilkada OKI berbagai wacana politik bermunculan, namun pihaknya tidak ingin berpolemik lebih jauh serta tetap focus pada penguatan konsolidasi dan organisasi dalam rangka memenangkan kader terbaiknya dalam pilkada OKI.

“Sebenarnya kita bukan hanya focus pada pilkada OKI, namun Pilkada Gubernur Sumsel juga sangat penting, ini menjadi tugas kita untuk memenangkannya.” Kata Darmiat.

Dikatakannya, saat ini jajaran partai Demokrat OKI masih terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat perihal kesiapan Hj Tartila maju sebagai calon bupati.

“Bukan galau, dan upaya sosialisasi ini terus kita lakukan mungkin tidak terpantau oleh rekan media saja,” jelasnya.

Disinggung kemungkinan munculnya nama Muchendi sebagai salah satu kandidat yang bakalan diusung partai Democrat OKI, menurut Darmiat, hal tersebut adalah wacana yang muncul ditingkat masyarakat namun belum pernah dibahas sama sekali.

“Saya baru dengar kalau ada wacana demikian dan inilah politik, namun sekali lagi saya tegaskan, hingga saat ini tetap dengan sikap semula, namun demikian jika nanti memang ada perubahan dan sudah menjadi sikap partai artinya itulah yang terbaik bagi partai.” Ujarnya diplomatis.

Sementara itu Pengamat Politik Kabupaten OKI, MT Januar, S.IP mengatakan, peta politik menjelang pilkada memang sangat dinamis dan bisa saja setiap saat berubah, namun demikian menurutnya, wacana munculnya Muhendi sebagai salah satu kandidat dalam pilkada OKI akan semakin membuat ramai bursa pencalonan mendatang.

“Ini akan semakin menarik, jika memang Muchendi benar-benar maju, artinya Hj Tartila akan mundur dari pencalonan, namun yang masih menjadi pertanyaan apakah posisi Muchendi ini sebagai kepala daerah atau jadi wakil, sebab posisi ini akan sangat menentukan deal-deal politik kedepan.” Ujarnya.

Lebih lanjut Januar menambahkan, masih terlalu dini untuk menyimpulkan arah politik dalam pemilukada OKI saat ini mengingat pelaksanaan pilkada masih satu tahun lagi, namun demikian para kanditat sudah harus turun kelapangan untuk mensosialisasikan dari maupun pencitraan.

Sekedar Informasi, Muchendi Mahzareki adalah Ketua KONI Kabupaten OKI, dan juga sebagai ketua KNPI Kota Palembang, meski terbilang muda namun tokoh ini memiliki segudang pengalaman baik dalam organisasi maupun bidang pemerintahan, terlebih lagi tokoh yang satu ini adalah putra sulung Bupati OKI. (zhva)

Pansus Lahan Temukan Kejanggalan Data

Written By nur on Kamis, 31 Mei 2012 | 09.51

**Data Perusahaan Amburadul.
KAYUAGUNG – Panitia Khusus (Pansus) Lahan yang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk menyelesaikan berbagai persoalan berkaitan dengan  Sengketa lahan antara masyarakat dan Perusahaan perkebunan di Kabupaten OKI banyak menemukan Kejanggalan Data.

Hal ini cukup menjadi sorotan para wakil rakyat tersebut, pasalnya, baru saja pansus dibentuk sudah menemukan beberapa kejanggalan diantara data yang berhasil di kumpulkan dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, banyak perbedaan. seperti jumlah perusahaan perkebunan, jumlah luas Hak Guna Usaha (HGU) jumlah Plasma dan lainnya.

Ketua Pansus lahan, Abdiyanto, saat di temui di kantor DPRD OKI kemarin (31/5), bahwa beberapa minggu ini Pansus sudah mengumpulkan data-data yang diperoleh dari beberapa SKPD terkait dengan perkebuanan.

” Saat ini kita baru mengumpulkan data dari SKPD, ternyata data yang kami peroleh saat ini banyak yang berbeda,” ujar Anggota Komisi II DPRD OKI ini.

Menurut  Politisi dari Partai PDI P ini, beberapa data yang diperoleh dari SKPD, seperti dari Bagian Pertanahan, Ekonomi, kemudian Dinas Perkebunan dan Dinas Kehutanan, banyak perbedaan data, hal ini memunculkan pertanyaan bagi para anggota Pansus.

” Data yang diserahkan kepada kita dari masing-masing SKPD itu tidak sama, artinya data dari SKPD yang satu dengan data dari SKPD yang lain itu tidak sama,” jelasnya.

Dijelasknya ada SKPD yang mengatakan jumlah perusahaan perkebunan di OKI sebanyak 51 perusahaan, kemudian ada SKPD yang menyerahakan data bahwa perusahaan perkebunan berjumlah 49, ada juga memberikan data bahwa jumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit ada 44, karet 4 dan tebu 2.

 “Bukan hanya itu saja Luas HGU perusahaan yang diserahakan kepada kami juga banyak yang berbeda, selain itu jumlah kebun plasma juga tidak sama, wajar saja hal ini memicu konflik antara masyarakat dengan perusahaan, terkait sengketa lahan, data SKPD yang satu dengan SKPD yang lain tidak sama,” ujarnya.

Setelah nanti data terkumpul, pansus selanjutnya akan turun kelapangan, terutama Perusahaan yang saat ini masih ada masalah dengan masyarakat yang akan kita datangi.

”Disana nanti kita akan cek, berapa luas lahan, HGU, Plasma, data perusahaan akan kita sesuaikan dengan data dari SKPD yang sudak kita terima,” jelasnya.

Nantinya hasil pansus lahan ini akan bahas secara bersama-sama di dewan, kemudian untuk permasalahan yang masuk pada ranah pidana akan di serahkan ke Pihak kepolisian, kemudian untuk ranah sengketa akan direkomendasikan ke Bupati pemkab OKI untuk diselesaikan.

” Kita berharap dalam waktu beberapa bulan ini tugas pansus bisa selesai,” ungkapya.
Anggota Pansus liannya, Ni Wayan Siti Sunaryase, saat di bincangi di di ruang kerjanya menegaskan,  Sampai saat ini masih banyak kasus sengketa lahan, baik masalah plasma atau Izin Hak Guna Usaha (HGU) antara masyarakat dengan perusahaan yang belum dapat diselesaikan oleh pemkab OKI.

Beberapa persoalan yang memicu terjadi konflik antara perusahaan perkebunan dengan masyarakat antara lain penyerobotan lahan warga oleh perusahaan, kemudian masalah realisasi plasma yang tidak sampai pada masyarakat berhak menerimannya.

“Aturan pembagian plasma dan inti, 20 persen plasma dan 80 persen inti, menurut saya sudah sangat tidak berkeadilan. Seharusnya masyarakat OKI selaku pemilik lahan jatahnya lebih besar dari inti,” tandasnya.

Kemudian klaim lahan masyarakat  yang dilakukan oleh  perusahaan juga masih banyak yang belum terselesaikan.

”Masalah itulah yang saat ini menjadi perhatian khusus semua pihak, termasuk masalah lainnya seperti Coorporate Social Responsibility (CSR), jika masalah-demi masalah ini tidak segera di selesaikan, maka tidak menutup kemungkinan jika tragedy sungai sodong bisa terulang lagi di lokasi lain,” pungkasnya.

Disetiap kesempatan Bupati OKI Ishak Mekki, mengatakan pemerintah Kabupaten OKI sudah berupaya menyelesaikan kasus-kasus tersebut. Namun, beberapa diantaranya masih melalui proses yang cukup alot.

“Kita terus berupaya mencarikan penyelesaian yang terbaik dan menguntungkan masyarakat. Yang jelas saat ini beberapa kasus tengah ditangani secara hukum, selebihnya ada yang dalam tahap mediasi, dan ada pula dalam tahap penyelesaian,’’ katanya. (zhva)
Unjuk rasa tampaknya menjadi salah satu dari proses penyelesaian sengketa lahan

3 Calon Serius Bertarung di Pilkada OKI

Written By nur on Rabu, 30 Mei 2012 | 12.48

KAYUAGUNG –  Meskipun pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah  (pemilukada) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)  masih satu tahun lagi, tetapi beberapa tokoh sudah mulai melakukan pencitraan diri dan menyatakan siap untuk maju dalam pilkada OKI 2013 mendatang.
Ketiga calon tersebut yakni ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) OKI Yusuf Mekki, kemudian Aksweni yang saat ini menjabat sebagai wakil Ketua DPRD OKI, selanjutnya Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Iskandar SE yang pernah menjadi satu-satunya lawan dari Bupati OKI saat ini, Ir Ishak Mekki ketika  maju dalam Pilkada OKI tahun 2009 yang lalu.
Kesiapan Ketiga tokoh tersebut untuk bertarung dalam Pemilukada OKI tahun 2013 mendatang, terlihat dari beberapa pernyataan mereka saat pertemuan Intern partai dan beberapa kegiatan Partai ditengah-tengah masyarakat. Bahkan ketiganya sudah memasang sepanduk pencitraan diri di beberapa sudut Kabupaten OKI.
Menurut tokoh Pemuda OKI, Fisli Hartono SH, pelaksanaan Pilkada OKI tahun 2013 mendatang akan berlangsung lebih menarik, mengingat tidak ada calon Incumbent.” Dengan tidak adanya calon Incumbent, maka  semua calon sama-sama berpeluang untuk merebut OKI satu, apalagi ketiga tokoh yang ingin maju merupakan dari partai besar,” ujarnya.
Kesamaan peluang tersebut, menurut Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam OKI (uniski) ini, dapat dilihat dari latar belakang ketiga calon tersebut, misalnya untuk Yusuf Mekki, selain dia adalah ketua DPC Partai PDIP.

”Dia juga sebagai ketua DPRD OKI saat ini, kemudian dia juga merupakan adik kandung dari Ishak Mekki (bupati OKI) sekarang,” terangnya.

Selanjutnya untuk Aksweni, menurut Fasli, dia merupakan Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS). partai PKS juga merupakan salah satu partai yang mendapat suara terbanyak di Pemilu Legislative.

”Sementara untuk Iskandar SE, dia pernah maju dalam Pilkada OKI tahun 2009 yang lalu, otomatis dia sudah tahu peta kekuatan,” jelasnya.

I Made Indrawan kader PDIP yang juga saat ini duduk di DPRD OKI, mengatakan Sosok Yusuf Mekki merupakan satu-satunya kader yang akan didukung Partai untuk maju dalam Pilkada OKI.

”Posisi sebagai ketua DPC tentu sangat memberikan peluang bagi pak Yusuf Mekki untuk maju, apalagi PDIP juga sebagai pemenang pemilu legislative 2009 di kabupaten OKI,” ungkapnya.

Dijelaskan oleh I Made, dalam pilkada OKI 2013 mendatang, akan lebih semarak, karena seluruh calon yang akan maju merupakan orang-orang baru.

”Pilkada untuk periode 2013-2018, tidak ada calon Incumbent, semuanya akan diikuti oleh orang-orang baru, ini tentu akan terlihat lebih seru,” tambahnya.
Menurut Marzuna, salah satu Kader PKS, membenarkan bahwa Akweni sudah menyatakan kesiapannya untuk maju dalam pilkada OKI 2013 mendatang, hal itu juga sudah disampaikannya saat beberapa kali kegiatan partai PKS di Lempuing dan Kecamatan lainya.

”Mulai saat inilah PKS harus berani mengusung Kadernya untuk maju dalam Pilkada di Kabupaten, satu-satunya kader yang akan kita calonkan adalah Aksweni,” bebernya.

Sementara itu nama-nama lainnya yang dikabarkan akan ikut meramaikan bursa pilkada OKI tampaknya belum menunjukan keseriusannya untuk maju, seperti Hj Tartila Ishak sebagai Ketua DPC Partai Demokrat OKI hingga saat ini terlihat masih malu-malu, demikian juga untuk Drs HM Amin Jalalen pensiunan Sekda OKI ini juga belum menunjukan keseriusannya untuk maju, sementara satu nama lainnnya adalah Juni Alpansuri, Ketua DPC Hanura OKI yang disebut sebagai kuda hitam ini belum menentukan sikap meski dukungan ditingkat bawah cukup kuat. (zhva).

HM Yusuf Mekki

Aksweni


,Iskandar


Widget Slideshow
Jadilah salah satu penggemar dari kami

Total Tayangan Halaman

Kunjungan

free counters

Comments

 
Support : Creating Website | ayank zhva | ayank zahva
Copyright © 2011. BENDE SEGUGUK - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Ayank Template
Proudly powered by Blogger