KAYUAGUNG – Pelanggan regular PLN Ranting Kayuagung kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tampaknya enggan untuk beralih menggunakan listrik pra bayar yang saat ini sudah dilouncing oleh PLN sejak beberapa bulan lalu.
Pasalnya meskipun sudah disosialisasikan kepada masyarakat, namun minat untuk beralih menggunakan listrik dengan system pulsa terbilang minim, dimana lebih dari 40 ribu pelanggan PLN Ranting Kayuagung baru sekitar 300 pelanggan yang menggunakan listrik system pra bayar.
Kepala PLN Ranting Kayuagung, Paisal MW kepada wartawan mengatakan, masih minimnya minat pelanggan listrik pra bayar tersebut lantaran warga masih takut jika nantinya pulsa listrik yang mereka beli bisa dicuri pelanggan listrik lainnya.
“Itulah yang menjadi penyebab masih minimnya pengguna listrik pra bayar di Kabupaten OKI. Namun demikian, kita tetap gencar melakukan sosialisasi agar warga berminat untuk menggunakan listrik dengan sistem pembelian token pulsa ini,” ujar Paisal, kemarin.
Kendala lainnya, kata dia, saat ini tegangan listrik di wilayah Kabupaten OKI memang belum stabil, sehingga terkadang aliran listrik sering naik turun (byarpet).
“Hal ini juga yang menjadi kendala kita untuk mensosialisasikan listrik pra bayar ini. Jadi sejak dilaunching sejak beberapa bulan lalu, hingga kini baru sekitar 300-an pelanggan listrik pra bayar ini, pelanggannya meliputi Kecamatan Kayuagung, Kecamatan Sirah Pulau Padang dan Tanjung Lubuk,” jelasnya.
Sistem listrik pra bayar ini, sambungnya, memang agak berbeda dengan listrik pasca bayar umumnya, dimana pelanggan harus terlebih dahulu membeli token pulsa di tempat-tempat yang telah ditunjuk sebagai tempat penjualannya.
“Ini seperti kita menggunakan telepon seluler, pelanggan wajib membeli kartu perdananya dulu dengan harga Rp5 ribu. Setelah itu setiap pelanggan bebas membeli token pulsanya sesuai kemampuan, nominalnya ada yang Rp 20 ribu-Rp 2 juta,” bebernya.
Dikatakannya, dengan menggunakan listrik sistem pra bayar ini pelanggan bisa mengatur sendiri penggunaan listriknya. Dan jika pulsanya habis bisa melakukan isi ulang sendiri dengan membeli token pulsa kembali.
“Berdasarkan survey di beberapa daerah seperti Jakarta dan Palembang, listrik pra bayar ini lebih hemat karena pelanggan sendiri yang menentukan penggunaannya,” tukasnya.
Pihaknya yakin kedepan listrik pra bayar ini akan banyak diminati para pelanggan, khususnya di wilayah Kecamatan Pampangan, Pangkalan Lampam dan Tulung Selapan.
“Saat ini kami sedang memperbaiki jaringan listrik di tiga Kecamatan tersebut. Setelah jaringan ini baik, maka kami yakni 100 persen pelanggan disana beralih ke listrik pra bayar ini,” jelasnya tanpa menyebut berapa jumlah pelanggan listrik di wilayah itu.
Sementara itu, salah satu pelanggan listrik pra bayar, Iwan mengaku pihaknya enggan menggunakan listrik pra bayar lantaran tidak mempunyai uang jika harus setiap waktu melakukan pembelian token pulsa.
“Kalau pasca bayar kan satu bulan sekali bayarnya, tapi kalau pra bayar ini setiap waktu kita harus menyiapkan uang untuk membeli pulsa. Lebih susah lagi kalau pulsanya habis dini hari, mau membeli pulsa dimana kita,” ujarnya.(zhva)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !