KAYUAGUNG – Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) harus mempertajam kewaspadaan dini terhadap timbulnya konflik yang terjadi di Bumi Bende Seguguk, apalagi saat ini kerawanan konflik dan gejolak ditengah masyarakat sangat berpotensi terjadi, mengingat persoalan sengketa lahan, tapal batas, konflik perkebunan belakangan ini mengalami peningkatan.
Melalui kewaspadaan dini dan berbagai langkah antisipatif, gejolak yang mungkin timbul di masyarakat, maka dapat dilakukan pencegahan, sehingga terciptanya wilayah Kabupaten OKI yang tertib, aman dan kondusif.
Hal ini terungkap pada pembukaan kegiatan talkshow antisipasi gejolak di masyarakat tahun 2012 yang diselenggarakan di Aula Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung, Selasa (29/5). Kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Setda OKI, Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas OKI, Sopian Ahmad SSos MSi, perwakilan BIN Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kominda Kabupaten OKI, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya.
Menurut Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas OKI, Sopian Ahmad SSos MSi, koordinasi antara BIN Provinsi Sumsel dan Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas OKI pada 13 Februari 2012 mengantisipasi timbulnya konflik di area perkebunan dan sengketa tapal batas.
Dikatakan Sopian, terciptanya pemahaman aparatur intelijen di daerah keamanan dan kenyamanan masyarakat, dalam rangka pencegahan dini dan deteksi dini di daerah perlu didukung dengan koordinasi yang baik antara aparatur pemerintah unsur intelijen, tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama secara profesional.
“Sehingga dapat tercipta wilayah Kabupaten OKI yang tertib, aman dan kondusif,” ujarnya.
Sementara Bupati OKI, yang diwakili oleh Asisten I Bidang Ketataprajaan, Drs Antonius Leonardo MSi mengatakan, akhir-akhir ini kita dihadapkan pada kejadian-kejadian yang menimbulkan gangguan rasa aman di masyarakat.
“Seperti yang sering kita saksikan melalui media massa, banyak sekali muncul permasalahan dan peristiwa yang terjadi di negara ini. Konflik horizontal antar kelompok masyarakat, aksi-aksi demonstrasi yang berakhir anarkis, permasalahan agraria yang menimbulkan kerusuhan, keberadaan terorisme, keberadaan aliran kepercayaan yang dianggap sesat dan peredaran narkoba yang merajalela di masyarakat,” bebernya.
Setiap kejadian, kata dia, hendaknya sesegera mungkin dilaporkan kepada pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti dan kemudian dapat diselesaikan secepatnya agar tidak meluas dan meresahkan masyarakat.
“Oleh karena itu, kiranya anggota Kominda juga dapat meningkatkan dan mempertajam kewaspadaan dini untuk mendeteksi segala bentuk permasalahan yang dapat menjadi ancaman bagi stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten OKI,” tandasnya. (zhva)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !