BENDE SEGUGUK: Ekonomi
Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Manajemen Teluk Gelam Terancam Gulung Tikar

Written By nur on Minggu, 29 Juli 2012 | 10.30

KAYUAGUNG – Manajemen pengelola Obyek wisata Danau Teluk Gelam yang terletak di Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), PT El-jhon selaku pihak ketiga, terancam gulung tikar akibat persoalan keuangan yang membelit   perusahaan ini, sebab jangankan untuk memperoleh keuntungan, membayar gaji karyawanpun tersendat-sendat.

Akibat persoalan keuangan ini, puluhan karyawan melakukan  aksi mogok kerja yang dilakukan sejak Sabtu (21/7). Aksi ini menyusul protes karyawan karena gaji mereka selama 2 bulan terhitung sejak Juni hingga Juli 2012 belum juga dibayarkan pihak Manajemen El-Jhon selaku pengelola danau wisata tersebut.

Menurut salah seorang karyawan yang meminta nama tidak disebutkan, bahwa saat ini pihak manajemen El-Jhon selaku pengelola Hotel Parai dan Tirta Eko Pariwisata di Teluk Gelam belum juga membayarkan gaji para pegawai.

“Gaji ini belum dibayarkan sejak bulan Juni, jadi kalau sampai Juli ini terhitung 2 bulan yang belum dibayar. Kami menuntut pihak manajemen menyelesaikan kewajibannya kepada para karyawan,” ujar karyawan tersebut kepada wartawan, Selasa (24/7)

Dikatakannya, sejak aksi mogok tersebut hingga tadi siang (kemarin,red) para karyawan sudah melakukan pertemuan dengan pihak manajemen yang difasilitasi oleh pihak Kecamatan Teluk Gelam dan Polsek Teluk gelam, untuk mencarikan solusi terbaik.

“Kalau tadi sudah ada pertemuan yang tengahi pak camat dan kapolsek, intinya memberikan dua pilihan kepada karyawan yakni pihak perusahaan memberikan uang kasbon sebesar Rp. 500 ribu perorang sedangkan sisanya akan dicarikan lagi oleh pihak perusahaan sampai batas yang belum ditentukan,” ujar karyawan tersebut.

Dikatakannya, jika para karyawan tidak mau menerima opsi pertama tersebut maka akan diambil langkah kedua yakni pihak manajemen akan ditutup, atau dengan kata lain apakah PT El-jhon diteluk gelam akan gulung tikar alias angkat kaki atau karyawan yang akan diberhentikan.

“Kalau opsi kedua kita tidak tahu apakah maksud tutup tersebut perusahaan akan tutup atau karyawannya akan diberhentikan semua dan akan terima karyawan baru, namun bagi kami yang jelas hak kami harus diberikan.” Katanya.

Menurut Karyawan ini, jumlah karyawan yang bekerja dibawah naungan manajemen El-Jhon ada sebanyak 78 orang, dengan rincian 42 orang yang bekerja di Hotel Parai dan 36 orang yang bekerja di Tirta Eko Pariwisata Teluk Gelam.

“Kalau nominal gajinya berbeda-beda mas, tergantung lamanya bekerja disini. Ya yang paling kecil sekitar Rp 900 ribuan,” bebernya.

Awal mogok kerja ini, kata dia, dilakukan puluhan karyawan sejak Sabtu (21/7) lalu, dimana karyawan melakukan demo dengan menuntut agar pihak manajemen memenuhi kewajibannya, namun pada selasa (24/7) pihak manajemen melakukan  pertemuan dengan karyawan.

“Sebenarnya bukan hanya gaji saja, kami juga menuntut agar manajemen membayarkan insentif atau uang servis, sebab sejak pengelolaan Danau Teluk Gelam ini diserahterimakan dengan manajemen El-Jhon, kami tidak lagi mendapatkan insentif atau uang servis tamu yang datang, sementara manajemen masih mengenakan tarif tersebut kepada pengunjung yang datang,” urainya.

Memang, sambungnya, pihak manajemen El-Jhon menanggapi demo yang dilakukan para pegawai dan bakal mencarikan solusi mengenai pembayaran gaji tersebut. Namun solusi yang ditawarkan dirasakan memberatkan bagi para karyawan karena hanya diberikan kasbon sebesar Rp. 500 rb.

“Namun yang kami sesalkan, pihak manajemen belum bisa memenuhi pembayaran gaji selama 2 bulan, mereka hanya bisa memberikan uang dalam bentuk kas bon sebesar Rp 500 ribu/karyawan. Ya alasannya katanya kondisi keuangan saat ini sedang tidak stabil,” keluhnya.

Ditambahkannya, akibat aksi mogok yang dilakukan puluhan karyawan ini, operasional Danau Wisata Teluk Gelam walaupun masih tetap berjalan namun tidak efektif.

“Kami juga menuntut agar THR menjelang lebaran nanti dibayarkan,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang perwakilan Manajemen El-Jhon, Arif ketika dikonfirmasi mengaku permasalahan gaji karyawan yang bekerja di Hotel Parai dan Resort ini sudah diselesaikan. “Gak ada masalah lagi, semua sudah selesai,” kilahnya singkat.(zhva)

Tahun ini Danau Wisata Teluk Gelam Belum berikan Kontribusi PAD

KAYUAGUNG – Danau Teluk Gelam yang merupakan Obyek Wisata Andalan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang terletak di Kecamatan Teluk Gelam hingga pertengahan tahun 2012 ini belum memberikan kontribusi terhadap penerimaan Asli Daerah (PAD).
Padahal obyek wisata ini ditarget menyumbang PAD OKI pada tahun 2012 sebesar Rp. 162,557 juta, namun berdasarkan data yang ada di dinas DPPKAD OKI sampai dengan bulan Juli retribusi tempat rekreasi dan olahraga belum teralisasi sama sekali atau 0,00% dari target yang ditetapkan.
Oleh sebab itu para wakil rakyat di OKI akan melakukan evaluasi terkait belum terealisasinya pajak pada sektor retrebusi tempat rekreasi dan olahraga danau wisata teluk gelam yang dikelolah oleh pihak ketiga yaitu PT.El-jhon.
Wakil Ketua DPRD OKI Askweni mengatakan, tidak terealisasinya retribusi pada sektor rekreasi dan olahraga ini bisa jadi disebabkan belum maksimalnya petugas penagih pajak.
 “Bisa jadi petugas penagih pajak ini tidak bekerja secara maksimal sehingga retribusi pada sektor ini nihil alias tidak ada sumbangsi ke PAD OKI, atau bisa saja pembayaran nya sekali dalam setahun ketika pada akhir tahun.”ungkapnya.
Dikatakannya, tempat rekreasi dan olahraga Tuluk gelam tersebut dikelola oleh pihak ketiga padahal pada awal pembangunan wisata teluk gelam tersebut separuhnya dikucurkan melalui dana APBD OKI
“Sekarang memang dana APBD tidak lagi dialokasikan ke teluk gelam namun, pada dasarnya paling tidak harus ada sumbangsinya kepada kabupaten OKI dalam bentuk pembayaran pajak”jelasnya.
Menurutnya, Dahulu perjanjian antara pihak ketiga yang mengelola tempat tersebut dengan pemerintah oki, setiap tahunnya harus membayar retribusi paling sedikit Rp 75juta pertahunnya tapi kenyataan dilapangan berbeda
“Tahun kemarin kalau tidak salah sumbangan teluk gelam terhadap PAD oki sekitar Rp 70 jutaan ”terangnya.
Ditambahkannya, pihaknya akan segera melakukan evaluasi terkait belum terealisasinya pajak pada sektor tersebut, serta meminta penjelasan dari berbagai pihak apa yang menjadi kendala.
 “Kita butuh penjelasan dari pihak ketiga yang mengelola tersebut mengapa realisasi retribusi tersebut masih Nol”ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan dari Managemen PT.El-Jhon menerangkan bahwa terkait tidak adanya sumbangan danau wisata teluk gelam tersebut terhadap PAD kabupaten OKI hal itu disebabkan karena sudah ada kontrak antara pemkab OKI dengan PT.Eljhon bahwasanya dalam kurun waktu 2 tahun pertama pihaknya tidak berkewajiban untuk membayar retribusi karena masih banyak sarana yang harus diperbaiki dan dibangun seperti pembangunan Hotel, rumah makan dan tempat olahraga lainnya.
“ Kita memang sudah ada perjanjian dengan Pemkab OKI dalam waktu 2 tahun kita tidak bayar retribusi akan tetapi pada tahun ketiga, keempat dan seterusnya kita baru dibebankan membayar retribusi setiap tahunnya, sekarang inikan belum sampai 2 tahun makanya kita belum bayar retribusinya”jelasnya.
Diakuinya, bahwa saat ini pemerintah daerah tidak lagi mengalokasikan dana untuk teluk gelam ini benar-benar murni dikelolah oleh PT.Eljhon  
“Pemerintah menganggarkan dana APBD hanya untuk pelaksanaan Jambore setelah itu tidak adalagi Alokasi dana dari APBD dan saat ini kita sedang fokus untuk pembenahan tempat wisata teluk gelam apalagi diperkirakan akan terjadi lonjakan pengunjung pada hariraya nanti”bebernya.
Sementara itu, Kepala DPPKAD OKI, Muslim MSI menyatakan, hingga semester pertama ini masih banyak pos-pos pajak yang tidak mencapai target atau masih kurang dari 50% termasuk pada sektor Retribusi Rekreasi dan Olahraga yang dikelola oleh pihak ketiga yang sama sekali belum terealisasi
“ Kami berharap kepada seluruh SKPD ataupun swasta yang berkewajiban mengelola pada pos pajak tertuntu untuk semaksimal mungkin menjalankan tugasnya jangan sampai pajak yang kita targetkan ini tidak terealisasi sama sekeli, karena ini akan berdampak terhadap pembangunan daerah”pungkasnya. (zhva)

Koperasi di OKI Berhasil Serap 2000 Pekerja

KAYUAGUNG – Keberadaan 331 unit Koperasi yang tersebar di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sangat membantu perekonomian masyarakat bumi Bende Seguguk, setidaknya dari jumlah koperasi yang ada sudah berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 2000 karyawan, dengan  tersebut setidaknya sudah mengurangi jumlah pengangguran di kabupaten OKI.

Menurut Sekretaris Daerah (sekda) OKI Ruslan Bahri Pembangunan koperasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir dari tahun ke tahun menunjukkan kemajuan.  Hal ini tergambar dari tumbuh dan berkembangnya koperasi di 18 Kecamatan di Kabupaten OKI.

“Kehadiran koperasi selain menjadi pilar dalam mensejahterakan masyarakat juga telah membantu dibidang penyerapan tenaga kerja,” Ujar Sekda saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Tingkat provinsi Sumatera Selatan yang dipusatkan di Pendopo Kabupaten OKI, menurutnya

Berdasarkan data dari dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (disperindagkop) Kabupaten OKI, jumlah koperasi per Maret 2012 mencapai 331 unit dengan 68.908 jumlah anggota, volume usaha mencapai Rp. 216,6 M, modal yang dimiliki mencapai Rp. 155,9 M, dengan total aset mencapai Rp.333,5 M.

”Dari jumlah Koperasi yang ada mampu menyerap tenaga kerja sebanyak lebih 2.000 orang.” ujar Ruslan.

Jika dilihat dari jumlah penyerapan tenaga kerja yang menjapai 2000 orang lebih, hal ini  merupakan langkah yang Positif dan telah membantu pemkab OKI dalam menekan angka pengangguran di OKI.

”Kedepan kita berharap koperasi yang masih kecil agar terus berkembang dan banyak penyerap tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Untuk itu Dalam rangka pembinaan dan penguatan modal bagi koperasi dan UMK, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Ogan Komering Ilir serta Tim Penggerak PKK Kabupaten OKI telah melaksanakan program-program untuk menodorong kemajuan koperasi dan UKM.

”Melihat tingginya potensi Koperasi ini, maka prioritas pembangunan bidang Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (UMK) di Kabupaten OKI terus digalakkan,” tarangnya.

Pemkab dan PKK OKI menurut Sekda juga telah ikut membantu untuk perkembangan koperasi dan UKM, seperti bantuan peralatan-peralatan Industri dan Kerajinan, Pinjaman Dana Bergulir Bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Koperasi, Pemberdayaan Ekonomi Koperasi Pondok Pesantren, Pengembangan Unit Usaha Simpan Pinjam dan Waserda Koperasi.

”Selain itu juga membantu penyediaan Dana Sosial, Khusus Untuk Koperasi Wanita dan Koperasi lainnya Dan Pemberian Dana bantuan/ Hibah Kepada Kelompok-kelompok Usaha yang di kelola Wanita ( Kelompok UP2K ) yang Potensial di Kecamatan, semua usaha yang kita lakukan ini bertujuan untuk memacu laju pertumbuhan dan pembangunan bidang Koperasi meningkatkan  kesejahteraan masyarakat OKI,” jelasnya.
Pada peringatan Hari Koperasi tingkat Provinsi Sum-sel yang dilaksanakan di OKI kali ini Koperasi Abdi Dalem Desa Bina Karsa, kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten OKI menerima penghargaan Dekopin Award yang diberikan langsung oleh Wakil umum Dewan Koperasi pusat Hj. Khofifa Indar Parawansa.
Menurut Khofifah, untuk memotivasi insan koperasi pada setiap peringatan hari koperasi hendaknya diberikan penghargaan kepada pengurus atau badan usaha koperasi yang berhasil memajukan koperasi di wilayah masing-masing(zhva)

Harga Elpiji 3 Kg Meroket

Written By nur on Rabu, 11 Juli 2012 | 04.52

KAYUAGUNG – Harga gas elpiji 3 kilogram di Kecamatan Kota Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk tingkat pengecer meroket dari harga biasanya, dimana sebelumnya Rp. 14 ribu pertabung kini naik menjadi Rp. 15 ribu/tabung, bahkan ada yang sudah mencapai Rp. 20 ribu/tabung.

Kenaikan harga ini sebagai salah satu akibat dari pembatasan alokasi gas elpiji 3 kilogram yang telah dilakukan sejak 1 Juni yang lalu, hal ini membuat pasokan elpiji di beberapa daerah termasuk di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berkurang. 

Rudi salah satu pegawai subagen gas Elpiji di Kota Kayuagung mengaku kalau selama ini pasokan elpiji 3 kg lebih dari 10 tabung, tetapi sekarang dikurangi. 

“Dengan dikuranginya suplai ini, tentu membuat harga elpiji naik, memang kenaikannya tidak begitu tinggi, menurut kami masih wajar karena hanya mengalami kenaikan Rp 1.000/tabung,” ujarnya, Rabu (11/7).

Diakuinya, memang dampak yang dirasakan akibat pembatasan itu, mulai berimbas pada kelangkaan pasokan elpiji.

“Sekarang harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer bisa tembus Rp 17.000-Rp20.000,” ungkapnya.

Sementara itu menurut Nuaraisyah, ibu rumah tangga yang tinggal Kelurahan Jua-Jua, Kecamatan Kayuagung, mengeluhkan sulitnya memperoleh elpiji 3 kg, sebab tidak disetiap agen gas elpiji tersedia tabung 3 Kg.

“Kalau di toko sulit mencarinya mas. Kita beli langsung di agen, itupun harganya sudah naik menjadi Rp15.000,” ungkapnya. 

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten OKI, Mahmud Iswan, berdasarkan Perpres No 104/2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga Elpiji Tabung 3 Kg dan Permen ESDM No 021/2007 tentang Penyelenggaraan Penyediaan dan Pendistribusian elpiji tabung 3 kg disebutkan, bahwa tabung tersebut diperuntukkan khusus untuk rumah tangga dan usaha mikro. 

“Pengguna elpiji 3 kg di luar ketentuan itu secara hukum merupakan perbuatan terlarang dan harus disikapi secara tegas oleh aparat berwenang, pengawasan akan kita lakukan terus bersama aparat terkait,” tukasnya seraya berharap penggunaan elpiji 3 kg harus didistribusikan secara tepat. Jangan sampai dipakai oleh kalangan industri.

Dikatakannya, masyarakat juga bisa melapor, jika berdasarkan data di lapangan harga menang mengalami kenaikan, tetapi masih dalam tahap wajar hanya naik Rp 1.000.

“Sejak Mei lalu, Pertamina sudah mengurangi kuota elpiji 3kg sebesar 10- 15 persen. Juni ini lebih ekstrem lagi pengurangannya, antara 15- 20 persen,” urainya.

Menurutnya pengurangan inilah yang mengancam stok elpiji 3 kg di pasaran, apalagi menjelang ramadhan, kebutuhan akan gas elpiji tentu mengalami peningkatan.

 “Kondisi ini sangat riskan apalagi menjelang bulan suci Ramadan. jika barang langka wajar saja jika ada kenaikan harga, tentu kita tidak ingin kenaikan harga itu melebihi batas kewajaran,” pungkasnya. (zhva)

Jelang Puasa Disnak OKI Tambah Pasokan Daging

Written By nur on Selasa, 10 Juli 2012 | 10.29

KAYUAGUNG - Untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan Daging menjelang Ramadhon mendatang, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas peternakan akan melakukan pendistribusian daging, hal ini dilakukan karena permintaan daging dipasaran saat ini terus menunjukkan peningkatan.

Kepala dinas peternakan Kabupaten OKI, Amiruddin mengatakan, untuk menyambut bulan suci Ramadhan pihaknya telah melakukan survey kebutuhan daging dibeberapa pasar seperti pasar pagi kayuagung dan pasar tugumulyo menurutnya dari hasil survey tersebut kebutuhan akan daging khususnya untuk masyarakat OKI terus mengalami peningkatan.

 “Menjelang Puasa dan lebaran inikan biasanya permintaan daging dipasaran meningkat untuk itu kita dari dinas peternakan akan melakukan pendistribusian daging baik sapi maupun ayam, ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan Daging di OKI sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kesulitan mendapatkan daging”ungkapnya.

Dikatakannya, Stok yang disiapkan Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten OKI ini tak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnyasekitar 300 ekor sapi dan 150.000 ekor ayam

“Untuk stok sapi sekitar 300 ekor, itu dipasok bukan hanya dari kelompok tani di OKI saja, tetapi ada juga pasokan dari OKU Timur, Lampung dan Jawa Kebutuhan daging sapi ini tidak jauh berbeda dengan Lebaran tahun sebelumnya,”bebernya.

Ditambahkannya, pihaknya akan menyiapkan beberapa Jenis sapi,mulai dari jenis sapi PO (ukuran besar), sapi lokal, dan jenis sapi lainnya. Menurutnya, lonjakan permintaan baru akan terasa mulai H-3 Lebaran nanti. Selain daging sapi, pihaknya juga sudah menyiapkan 150.000 ekor ayam. Ratusan ribu ayam ini dipasok dari kandang ayam milik petani di OKI.“Kebutuhan daging,baik sapi maupun ayam di OKI terbilang tinggi” cetusnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Kebutuhan daging sapi untuk konsumen dalam satu bulan saja mencapai 72 ton,sementara kebutuhan daging ayam mencapai 100 ton/bulan.

“Kita bersyukur, sampai sekarang, semua kebutuhan itu bisa terpenuhi,” tukasnya. 

Kondisi serupa juga terjadi telur ayam negeri, di mana kebutuhan juga sangat tinggi sekitar 1-2 ton per bulan.Kemudian selama bulan puasa dan Lebaran nanti,kebutuhan daging dan telur diperkirakan meningkat dari hari-hari biasanya. 

 “Untuk kebutuhan telur selama puasa dan Lebaran, kita prediksi mencapai 5 ton, itu dinilai masih dalam tahap wajar karena keperluan masyarakat untuk membuat kue Lebaran”jelasnya.

Lanjut Amiruddin, pihaknya bekerjasama dengan Dokter Hewan akan terus memantau kondisi kesehatan ternak yang masuk agar benar-benar sehat sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat.

”Masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi daging. Tim kita dari UPTD Peternakan akan memantau kondisi kesehatan hewan ternak setiap hari,”tegas nya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan dilapangan, Saat ini harga daging sapi dipasaran berkisar Rp 90.000–Rp100.000/- kg. Harga ini naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp 75 ribu-Rp80ribu per Kg dan Diprediksi harga tersebut akan mengalami kenaikan menjelang lebaran mendatang untuk itu dinas peternakan OKI menghimbau kepada seluruh pedagang Daging dikabupaten OKI untuk tidak menaikkan harga yang tidak wajar. (zhva)

398.167 Ha Sawah di OKI Belum Dimanfaatkan

KAYUAGUNG- Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) merupakan salah satu kabupaten terbesar ke 3 penghasil produksi beras di Provinsi Sumatera Selatan (sumsel), karena produksi padi di OKI terus meningkat, bahkan Kabupaten OKI memiliki potensi lahan sawah yang luas, yang terdiri dari sawah lebak, tadah hujan dan pasang surut.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas pertanian OKI, Asmar Wijaya, bahwa saat ini sawah lebak, tadah hujan, pasang surut dikabupaten OKI seluas 518.387 hektar dan baru dimanfaatkan seluas 130.120 hektar. Masih terdapat lahan sawah  lebih kurang seluas 398.167 hektar yang sementara ini belum di usahakan atau belum dimanfaatkan.

Ir Asmar Wijaya
Masih luasnya Potensi lahan persawahan yang ada di OKI, pemkab OKI terus menambah perluasan lahan pertanian, tahun ini pemkab OKI menargetkan perluasan lahan persawahan seluas 1.350 Ha.

”Lahan pertanian khususnya persawahan di Oki tidak boleh herkurang tetapi harus bertambah, Kita telah menargetkan perluasan lahan untuk lokasi sawah tadah hujan,” katanya, kemarin.

Hal ini dilakukan untuk menambah produksi padi di kabupaten OKI, karena setiap tahun produksi padi di OKI terus ditargetkan terjadi peningkatan sebanyak 10% dari tahun sebelumnya.

”Tahun 2011 terget produksi padi kita sebnayak 563,754 ton, dan terealialisasi sebnayak 564.216, tahun ini target meningkat sebanyak 5% oleh karena itu kita butuh penambahan lahan pertanian,” ungkapnya.

Pihaknya menghimbau kepada para petani pada untuk tidak mengalihfungsikan lahan persawahannya menjadi lahan perkebunan. Ditambah lagi pemerintah pusat melalui Menko Perekonomian sudah menargetkan perluasan lahan pertanian secera nasional. Untuk di Sementara Selatan ditargetkan ada penambahan areal persawahan sebanyak 30 ribu hektar.

”Kita pemerintah kabupaten harus merealisasikan target tersebut dengan kondisi wilayah kita,” ungkapnya.

Perluasan lahan itu menurutnya sangat penting karena banyak terjadi alih fungsi lahan, dari lahan pertanian menjadi lahan perkebunan. Saat ini pemerintah kabupaten OKI sedang merancang Peraturan daerah tentang alih fungsi lahan agar lahan pertanian tidak terancam habis.

Diakuinya hingga kini pihaknya belum bisa melakukan pelarangan terhadap petani yang melakukan alih fungsi lahan menjadi lahan perkebunan.

”Walupun kita sudah ada Undang-undang Republik Indonesia (RI) Nomor 41, tahun 2009, Tentang  Perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Tetapi hingga kini undang-undang itu belum berjalan dengan baik, karena belum ada PP,” katanya.

Dijelaskannya luas wilayah OKI mencapai 1.902.350 ha yang terdiri atas lahan sawah 178.218 ha dan lahan bukan sawah 1.724.132 ha. Adapun luas sawah terbagi atas sawah tadah hujan seluas 59.364 ha, sawah lebak 90.219 ha, irigasi teknis 650 ha dan sawah pasang surut 27.985 ha.

“Kita tidak bisa melarang petani untuk mengalih fungsikan lahannya, yang bisa kita lakukan bagaimana memotivasi petani agar tidak jenuh menanam padi,” imbuhnya.(zhva)

Pegadang Kalangan Bertahan di Pasar Pagi

KAYUAGUNG - Upaya Pemerintah Daerah dalam hal ini Badan Pengelola Pasar dan Kebersihan (BPPK) OKI memindahkan pedagang pasar kalangan dari pasar pagi ke halaman terminal Kayuagung hanya berlangsung satu bulan.

Selanjutnya para pedagang tetap bertahan berjualan dipasar pagi Kayuagung dengan alasah mereka enggan pindah karena barang dagangan tidak ada pembeli atau tidak laku.

Pantauan dilapangan, Sabtu (08/7) para pedagang kalangan kembali membetang lapak dagangannya di kawasan Pasar Pagi Kayuagung, meski telah dilarang para pedagang tetap nekat berjualan karena ditempat yang baru sepi pembeli karena jauh dari pasar.

Menurut salah seorang pedagang manisan, Ruslan mengakui bahwa sejak awal Mei 2012 lalu mereka dipindahkan dari pasar pagi Kayuagung ke halaman terminal Kayuagung, namun setelah berjalan satu bulan kami menempati halaman terminal banyak pedagang mengeluh karena sepi pengunjung juga lokasinya tidak strategis, karena sepi pengunjung dan barang tidak laku maka kami pindah lagi terhitung sejak Sabtu (2/6) lalu.

Hal yang sama juga dikatakan Ujang bahwa akibat pindahnya pedagang kalangan dari pasar pagi ke halaman terminal, omzet menjadi menurun, bahkan banyak pedagang tidak berjualan.

Karena kami berjualan sudah satu bulan menempati lokasi baru halaman terminal Kayuagung tak laku maka kami secara  beramai-ramai tanpa dikomando pindah lagi ke pasar pagi Kayuagung.

Pedagang Kalangan Kembali ke lokasi Pasar Pagi
Kami hanya berjualan dalam seminggu cuma satu kali bukan tiap hari dan kalau tetap bertahan berjualan di halaman terminal, maka dagangan kami tidak laku karena pembeli enggan berkunjung dan lebih baik pembeli belanja kepasar pagi, ujarnya.

Ditambahkan Ujang bahwa dia sudah berjualan selama enam kali di halaman terminal, omsetnya menurun jika dibandingkan berjualan di pasar pagi, bahkan untuk bayar ongkos transport saja tidak cukup, ujar Rita salah seorang pedagang kelontongan.

Sementara Kepala Badan Pengelolaan Pasar dan kebersihan OKI H Amiruddin SSos MSi  membenarkan pedagang kalangan kembali menempati lapak lama di pasar pagi, namun kami nanti tak mau tinggal diam dan nanti para pedagang kalangan tetap dilarang berjualan di lokasi pasar pagi, karena didalam pasar pagi Kayuagung sudah tidak layak lagi ada pasar kalangan, ujarnya.(zhva)

Pengurus Koperasi Minim Pembinaan

Written By nur on Senin, 04 Juni 2012 | 04.04

KAYUAGUNG – Meskipun pertumbuhan koperasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terbilang subur dan terus berkembang, namun hal tersebut tampaknya tidak dibarengi dengan pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) terutama para pengurus koperasi.
Pengurus koperasi yang bersifat periodic atau hanya selama tiga tahun dalam satu periode masa bhakti, menyebabkan pembinaan sulit untuk dilakukan lantaran terus terjadi penggantian pengurus, sementara pemerintah tampaknya tidak memiliki plot anggaran yang cukup untuk secara terus menerus melakukan pembinaan SDM bagi 326 koperasi yang ada di bumi bende seguguk.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdangan dan Koperasi (Disperindagkop) OKI, Mahmud Iswan mengatakan, sebagai lembaga yang memiliki kewenangan terhadap pembinaan  koperasi di kabupaten OKI, pihaknya terus berupaya melakukan berbagai langkah dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan wawasan terhadap pengurus koperasi.
“Kalau untuk pembinaan terus kita lakukan, namun tentu ada batasan-batasan yang menjadi domain kita,seperti kelembagaan, usaha, SDM, permodalan dan kemitraan, namun kita tidak boleh mencampuri urusan internal koperasi.” ujar Mahmud, Senin (04/6).
Dikatakannya, selain program yang dilakukan dari disperindagkop dalam rangka pembinaan SDM, program tersebut juga dilakukan oleh koperasi yang bersangkutan dengan menyelenggarakan pembekalan bagi para pengurusnya.
“Setiap tahun kita adakan pembinaan untuk pengingkatan SDM, namun banyak juga koperasi yang menyelenggarakan kegiatan pelatihan dengan meminta pihak kita sebagai pemateri, kita sangat mengapresiasi hal tersebut, sebab jika Cuma mengandalkan dari pemerintah saya rasa tidak mampu untuk mengcover semua koperasi,” jelasnya.
Mahmud menerangkan, dalam rangka meningkatkan pengetahuan serta wawasan pengurus koperasi, pemerintah pusat melalui kementrian perindustrian, perdagangan dan koperasi saat ini tengah menjaring Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL), para Petugas PPKL inilah nantinya secara mobile (keliling,red) mendampingi koperasi agar menjadi lebih baik.
“Kita sudah terima ada 19 pelamar, saat ini data-data tersebut sudah dikirimkan kepemerintah pusat, selanjutnya nanti akan diseleksi siapakah yang layak untuk menjadi penyuluh lapangan koperasi.” Ujar Mahmud.
Ditambahkan Kabid Pembinaan Usaha dan Koperasi, Muhammad Rusdan, dari penerimaan PPKL 2012 tersebut, kabupaten OKI mendapatkan kuota sebanyak 5 orang yang nantinya akan ditempatkan di OKI, namun demikian, dari kuota tersebut bisa saja hanya beberapa orang yang dinyatakan lulus, sebab harus memenuhi persyaratan, dan test yang telah ditetapkan.
Menurutnya, para petugas PPKL tersebut selanjutnya akan dikontrak oleh pemerintah pusat dengan masa kerja selama 1 tahun, setiap 6 bulan sekali kontrak kerja akan diperbaharui.
“kalau untuk Insentifnya, sebesar Rp. 1,4 juta perbulan, mereka bertugas mendampingi koperasi di OKI,” ujarnya.
Setelah masa kerja 1 tahun berakhir, selanjutnya para PPKL ini diserahkan kepihak Diperindag Kabupaten masing-masing, apakah masih diperlukan atau tidak, jika tetap diperlukan maka untuk pembayaran insentif menjadi kewenangan dari pemkab setempat.
Lebih lanjut Rusdan mengatakan, untuk mendampingi koperasi di bumi bende seguguk ini idealnya dibutuhkan PPKL disetiap kecamatan yang tersebar di 18 kecamatan dalam kabupaten OKI.(zhva)

5 Bulan Retrebusi Terminal terealisasi 38,59 persen

KAYUAGUNG -  Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retrebusi terminal Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)  hingga bulan Mei 2012, terealisasi sebesar Rp. 656.039.000 atau sekitar 38,59 persen dari target yang ditetapkan pada tahun ini sebesar Rp. 1,7 miliar.


Usman Husin
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Terminal Kayuagung, Usman Husin saat dikonfirmasi kemarin mengatakan, target retrebusi terminal pada  tahun 2012 sebesar Rp. 1,7 miliar, angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp. 1,5 miliar dengan realisasi Rp 1,2 miliar. meningkatnya target retrebusi ini tentu saja memacu jajarannya untuk lebih mengitensifkan penarikan retrebusi dalam rangka peningkatan PAD tersebut.
Usman menerangkan, selama lima bulan ini penerimaan retrebusi yang dilakukan cendrung mengalami peningkatan dalam setiap tahunnya, dimana pada bulan januari 2012 retrebusi yang berhasil dihimpung sebesar Rp. 94.536.000,- sedangkan pada bulan februari meningkat menjadi Rp. 101.252.000, pada bulan maret angka tersebut melonjak cukup tajam yakni mencapai Rp. 152.000.000, sedangkan pada bulan april sebesar Rp. 150.005.000, dan pada bulan mei tercapai Rp. 158.300.000,-
“Kita optimis target tersebut dapat tercapai, kita telah berupaya untuk mengitensifkan petugas kita dilapangan,” ujar Usman dikantornya, Senin (04/6).
Menurut dia, penerimaan Retribusi terminal Kayuagung, ditahun 2012 ditargetkan terealisasi Rp 1,7 Miliar, target ini lebih tinggi dibandingkan dengan target tahun 2011 sebesar Rp 1,5 Miliar dan hanya teralisasi Rp 1,2 Miliar.
”Memang target ditahun sebelumnya itu belum tercapai, walaupun target tahun 2012 lebih tinggi kita yakin target tersebut bisa tecapai, banyak factor pendukung untuk bisa tercapainya target tersebut,” ungkapnya.
Diakuinya saat ini masih ada beberapa kendala yang dihadapi untuk memaksimalkan penerimaan retribusi terminal, diantara adanya kebocoran dilapangan yang dilakukan oleh oknum yang bertugas penarik retribusi, walaupun saat ini sudah bisa diminimalisir, kemudian sering terjadi kecelakaan lalulintas.
” Jika ada kecelakaan lalulintas di Jalintim dan tidak cepat ditangni, kemudian jalintim akan macet total, sehingga banyak kendaraan memutar lewat jalinsum, sehingga membuat penerimaan kita berkurang,” jelasnya.
Kemudian kendala lainya seperti sering terjadinya macet panjang di merak bakauheni, sehingga kendaraan yang menyeberang sangat sedikit. Kemudian banjir juga bisa mempengaruhi.
” Kendala yang sangat sulit diatasi yakni adanya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), karena sulit mendapatkan BBM banyak kendaraan yang tidak beroperasi,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi din Informatika (Dishubkominfo) OKI, Asnawi P Ratu menambahkan, memang Penerimaan retribusi terminal Kayuagung, pada tahun lalu tidak mencapai target, sehingga harus ada evaluasi kerja agar penerimaan retribusi tahun 2012 ini harus masksimal.
” Dengan ditarget Rp 1,7 M ini menjadi tugas berat kami,” ujarnya.
Pihaknya sangat terbantu dengan disahkannya perda nomor 9 tahun 2011, tentang Retribusi terminal, didalam perda tersebut retribusi terminal mengalami kenaikan 90%. Untuk Bus pariwisata sebelumnya Rp 3000 sekarang naik menjadi Rp 5000, kemudian Retribusi Fuso dari Rp 3000 naik menjadi Rp 5000. selanjutnya Tronton sebelumnya Rp 5000 naik Rp 8000 dan Truk dari Rp 1000 naik menjadi Rp 2000.
“ Dengan adanya kenaikan retribusi angkutan dan sistem penyetoran retribusi secara langsung di pos terminal, maka kita yakin target tersebut bisa tercapai, kemudian kebocoran dilapangan yang selama ini  kemungkinan dilakukan oleh Oknum panarik retribusi, dapat diminimalisir,” pungkasnya. (zhva)

Listrik Pra Bayar Minim Peminat

Written By nur on Rabu, 30 Mei 2012 | 09.13

KAYUAGUNG – Pelanggan regular PLN Ranting Kayuagung kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tampaknya enggan untuk beralih menggunakan listrik pra bayar yang saat ini sudah dilouncing oleh PLN sejak beberapa bulan lalu.

Pasalnya meskipun sudah disosialisasikan kepada masyarakat, namun minat untuk beralih menggunakan listrik dengan system pulsa terbilang minim, dimana lebih dari 40 ribu pelanggan PLN Ranting Kayuagung baru sekitar 300 pelanggan yang menggunakan listrik system pra bayar.

Kepala PLN Ranting Kayuagung, Paisal MW kepada wartawan mengatakan, masih minimnya minat pelanggan listrik pra bayar tersebut lantaran warga masih takut jika nantinya pulsa listrik yang mereka beli bisa dicuri pelanggan listrik lainnya.

“Itulah yang menjadi penyebab masih minimnya pengguna listrik pra bayar di Kabupaten OKI. Namun demikian, kita tetap gencar melakukan sosialisasi agar warga berminat untuk menggunakan listrik dengan sistem pembelian token pulsa ini,” ujar Paisal, kemarin.

Kendala lainnya, kata dia, saat ini tegangan listrik di wilayah Kabupaten OKI memang belum stabil, sehingga terkadang aliran listrik sering naik turun (byarpet).

“Hal ini juga yang menjadi kendala kita untuk mensosialisasikan listrik pra bayar ini. Jadi sejak dilaunching sejak beberapa bulan lalu, hingga kini baru sekitar 300-an pelanggan listrik pra bayar ini, pelanggannya meliputi Kecamatan Kayuagung, Kecamatan Sirah Pulau Padang dan Tanjung Lubuk,” jelasnya.

Sistem listrik pra bayar ini, sambungnya, memang agak berbeda dengan listrik pasca bayar umumnya, dimana pelanggan harus terlebih dahulu membeli token pulsa di tempat-tempat yang telah ditunjuk sebagai tempat penjualannya.

“Ini seperti kita menggunakan telepon seluler, pelanggan wajib membeli kartu perdananya dulu dengan harga Rp5 ribu. Setelah itu setiap pelanggan bebas membeli token pulsanya sesuai kemampuan, nominalnya ada yang Rp 20 ribu-Rp 2 juta,” bebernya.

Dikatakannya, dengan menggunakan listrik sistem pra bayar ini pelanggan bisa mengatur sendiri penggunaan listriknya. Dan jika pulsanya habis bisa melakukan isi ulang sendiri dengan membeli token pulsa kembali.

“Berdasarkan survey di beberapa daerah seperti Jakarta dan Palembang, listrik pra bayar ini lebih hemat karena pelanggan sendiri yang menentukan penggunaannya,” tukasnya.

Pihaknya yakin kedepan listrik pra bayar ini akan banyak diminati para pelanggan, khususnya di wilayah Kecamatan Pampangan, Pangkalan Lampam dan Tulung Selapan.

“Saat ini kami sedang memperbaiki jaringan listrik di tiga Kecamatan tersebut. Setelah jaringan ini baik, maka kami yakni 100 persen pelanggan disana beralih ke listrik pra bayar ini,” jelasnya tanpa menyebut berapa jumlah pelanggan listrik di wilayah itu.

Sementara itu, salah satu pelanggan listrik pra bayar, Iwan mengaku pihaknya enggan menggunakan listrik pra bayar lantaran tidak mempunyai uang jika harus setiap waktu melakukan pembelian token pulsa.

“Kalau pasca bayar kan satu bulan sekali bayarnya, tapi kalau pra bayar ini setiap waktu kita harus menyiapkan uang untuk membeli pulsa. Lebih susah lagi kalau pulsanya habis dini hari, mau membeli pulsa dimana kita,” ujarnya.(zhva)
Widget Slideshow
Jadilah salah satu penggemar dari kami

Total Tayangan Halaman

Kunjungan

free counters

Comments

 
Support : Creating Website | ayank zhva | ayank zahva
Copyright © 2011. BENDE SEGUGUK - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Ayank Template
Proudly powered by Blogger