KAYUAGUNG – Salah satu tahanan Polsek Tanjung Lubuk Polres Ogan Komering Ilir (OKI) yang merupakan tersangka kasus pencurian sepeda motor Hendra (28), meninggal dirumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung karena sakit.
Tersangka yang sebelumnya berhasil diringkus petugas terpaksa dihadiahi timah panas dibetis kirinya, karena berusaha kabur saat akan ditangkap, namun setelah mendapatkan perawatan dirumah sakit, tersangka kemudian dibawa ke Polsek, namun karena sakit tersangka kembali dibawa ke RSUD hingga akhirnya meninggal Dunia.
Informasi yang di Himpun Koran ini dari jajaran kepolisian bahwa tersangka yang tinggal di Desa Gunung Batu, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Ogan Komering ulu (OKU) timur ini, ditembak anggota Polisi setelah kepergok mencuri sepeda motor milik korban Tarigan, Di Desa Mulya Guna, Kecamatan Teluk Gelam, OKI pada hari Jumat (6/7) malam.
Saat itu tersangka berusaha membawa kabur sepeda motor jenis Honda Revo BG 2829 KP yang terparkir di depan rumah korban, saat melancarkan aksi tersebut warga memergokinya. sempat terjadi kejar-kejaran antara warga dengan tersangka, Jajaran Polsek tanjung lubuk dan Anggota Sub Sektor Teluk Gelam yang sedang berpatroli langsung membantu pengejaran, hingga akhirnya tersangka harus dilumpuhkan.
Kapolres OKI AKBP Agus Fachtulloh, didampingi Kasubag Humas AKP Halim, menjelaskan bahwa sebelumnya Polisi sudah memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali tetapi tersangka tetap berusaha kabur, hingga akhirnya Polisi melumpuhkannya dengan satu butir peluru yang bersarang di betis kanannya hingga tersangka langsung tersungkur di TKP.
“Oleh petugas tersangka langsung dibawa kerumah askit umum Daerah (RSUD) Kayuagung untuk mendapatkan perawatan, setelah kondisinya membaik, tersangka berikut barang Bukti sepeda motor langsung diamankan di Polsek Tanjung Lubuk untuk di BAP,” ujarnya.
Setalah selama satu minggu di tahan di Polsek Tanjung lubuk, beberapa hari yang lalu betis tersangka yang mengalami luka tembak kembali mengeluarkan darah, sehingga Polisi terpaksa membawa Tersangka ke RSUD Kayuagung untuk kembali mendapatkan perawatan.
”Setelah dua malam dirawat di rumah sakit, pada hari Minggu (15/7) malam tersangka dinyatakan oleh dokter meninggal dunia,” ungkapnya.
Mengenai penyebab meninggalnya tersangka, menurut Kapolres diduga karena pendarahan bekas luka tembak di kakinya.
”Sebelumnya tersangka sudah dirawat dirumah sakit, setelah dirawat dia mendadak meninggal, mengenai penyebab tewasnya tersangka itu hanya dokter yang tahu,” ungkapnya.
Sementara itu Kasat Reskrim AKP Surachman, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa ada tersangka curanmor yang meninggal setelah sebelumnya mengalami luka tembak di kakinya.
”Yang jelas semuanya sudah sesuai prosedur, sudah dirawat dirumah sakit, Polisi tidak membiarkan begitu saja, tetapi akhirnya dia meninggal dunia, itu bukan kehendak kita,” tambahnya.(zhva)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !